Biaya Logistik Tinggi Bisa Jadi Biang Kerok Kenaikan Harga Pangan, Begini Penjelasannya

Jum'at, 02 Juni 2023 - 16:46 WIB
loading...
Biaya Logistik Tinggi...
Biaya logistik menyumbang 28–40% dari Margin Perdagangan dan Pengangkutan (MPP) beras. Foto/MPI/Advenia Elisabeth
A A A
JAKARTA - Panjangnya rantai logistik beras dan kedelai membuat biaya logistik kedua komoditas pangan tersebut menjadi besar. Biaya logistik mencakup biaya pengangkutan hingga biaya administrasi seperti ongkos pelabuhan.

Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) dan Samudera Indonesia mengungkapkan, biaya logistik menyumbang 28–40% dari Margin Perdagangan dan Pengangkutan (MPP) beras.

Selanjutnya, biaya transportasi merupakan penyumbang terbesar biaya logistik beras, yaitu sebesar 84,62% dari total biaya logistik di tingkat produsen dan 90,77% dari total biaya logistik di tingkat distributor/grosir/pengecer, berdasarkan Data Kementerian Perdagangan 2021.

“Sementara itu, untuk kedelai impor, biaya logistik menguasai proporsi MPP tertinggi untuk importir (88,96%) dibandingkan grosir dan pengecer (78,54%),” ujar Head of Agriculture Research CIPS, Aditya Alta dalam keterangannya, Jumat (2/6/2023).

Menurut dia, biaya transportasi merupakan sebagian besar biaya logistik untuk grosir dan pengecer (78,14%), tetapi hanya 29,20% dari biaya importir.

Dia menambahkan, selain biaya pengangkutan, biaya logistik juga meliputi biaya administrasi, seperti ongkos pelabuhan.

Biaya administrasi ini berkontribusi kurang dari 6%, sehingga imbasnya biaya logistik yang tinggi dibebankan kepada konsumen, dengan menaikkan harga barang, termasuk makanan pokok.

Dia menerangkan, transportasi darat (truk) merupakan kontributor terbesar untuk biaya transportasi, yang dapat dikaitkan dengan biaya moneter dan waktu akibat pelaksanaan peraturan yang berkaitan dengan proses pengiriman barang menggunakan transportasi darat (truk).

Baca juga: Coldplay Bawa 200 Kru Keamanan dan 25 Kontainer Logistik saat Konser di Jakarta

Guna mengurangi dampak regulasi terhadap biaya logistik beras dan kedelai, Ekonom PT Samudera Indonesia, Adithya Prabowo merekomendasikan beberapa perubahan.

Dia memandang perlu upaya untuk integrasi sistem dengan otoritas kepabeanan di negara pengekspor kedelai untuk mempersingkat waktu penerbitan surat keterangan asal dalam proses impor dan bea cukai.

"Selain itu, metode karantina khusus yang menggunakan kapal karantina atau laboratorium terapung harus ditetapkan oleh Kementerian Pertanian agar proses dapat dimulai sebelum kapal memasuki pelabuhan," terang dia.

Baca juga: Indonesia Bisa Saja Terdampak Pemangkasan Kuota Ekspor Beras Vietnam

Kemudian, kewajiban penggunaan jasa angkutan barang lokal harus dilonggarkan untuk memungkinkan perusahaan di luar daerah setempat untuk melakukan pengiriman barang ketika layanan tidak tersedia di daerah tersebut.

Selain itu adalah insentif, seperti subsidi bunga, untuk membeli atau melepaskan stok pangan yang harus disediakan baik untuk publik (Bulog dan BUMN pangan) dan swasta, dalam kebijakan cadangan pangan.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Tekan Biaya Logistik,...
Tekan Biaya Logistik, ALDEI-ASDP Kolaborasi Perkuat Jalur Laut
Industri AMDK di Antara...
Industri AMDK di Antara Tekanan Energi dan Logistik, Menunggu Keberpihakan Negara
KJRI Penang : Konektivitas...
KJRI Penang : Konektivitas BNCT, Belawan - Penang - Port - Perlis Inland Port Perkuat Rantai Pasok Kawasan
Elektrifikasi Alat Bongkar...
Elektrifikasi Alat Bongkar Muat Dorong Kelancaran Logistik di Tanjung Priok
Era Baru Logistik Udara...
Era Baru Logistik Udara Dimulai Seiring Rampungnya Sertifikasi HY-100
Rekomendasi
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Bertambah, Jumlah Peserta...
Bertambah, Jumlah Peserta SPPI Kopdes Merah Putih yang Meninggal Jadi 4 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Infografis
Menhub: Harga Tiket...
Menhub: Harga Tiket Pesawat Hanya Bisa Turun 10% Saja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved