Performa Kurang Prima, IHSG Mei Keok 4% dan Terburuk Sejak Awal 2023
Sabtu, 03 Juni 2023 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, range sideways IHSG pada Mei masih cukup lebar menyamai level periode Januari 2023. Hal ini mengindikasikan adanya volatilitas yang tinggi.
Penurunan kinerja ini membuat pergerakan IHSG secara year-to-date (ytd) atau sepanjang tahun berjalan per 31 Mei 2023 melemah 3,17% dengan rentang di 6.971,91 - 6.542,79.
BI juga tidak mengubah suku bunga deposit facility rate sebesar 5%, sekaligus mempertahankan suku bunga lending facility sebesar 6,5%.
Keputusan ini sejalan dengan tingkat inflasi periode April 2023 yang turun menjadi 4,33% secara tahunan (year-on-year/yoy), dibandingkan Maret 2023 sebesar 4,97% yoy. Pada Senin depan (5/6), investor akan melihat kondisi inflasi terbaru.
Baca juga: Sri Mulyani Embuskan Kabar Sejuk: Harga-harga Akan Terkendali Sepanjang Tahun Ini
Penurunan kinerja ini membuat pergerakan IHSG secara year-to-date (ytd) atau sepanjang tahun berjalan per 31 Mei 2023 melemah 3,17% dengan rentang di 6.971,91 - 6.542,79.
Sentimen Suku Bunga BI hingga Utang Amerika
Sementara itu, sejumlah sentimen tampak mewarnai jejak langkah IHSG selama periode Mei lalu. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75% pada Mei 2023, alias level yang sama sejak Januari 2023.BI juga tidak mengubah suku bunga deposit facility rate sebesar 5%, sekaligus mempertahankan suku bunga lending facility sebesar 6,5%.
Keputusan ini sejalan dengan tingkat inflasi periode April 2023 yang turun menjadi 4,33% secara tahunan (year-on-year/yoy), dibandingkan Maret 2023 sebesar 4,97% yoy. Pada Senin depan (5/6), investor akan melihat kondisi inflasi terbaru.
Baca juga: Sri Mulyani Embuskan Kabar Sejuk: Harga-harga Akan Terkendali Sepanjang Tahun Ini
Lihat Juga :