Performa Kurang Prima, IHSG Mei Keok 4% dan Terburuk Sejak Awal 2023
Sabtu, 03 Juni 2023 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Dari mancanegara, terutama Amerika Serikat (AS), kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi sempat mencuat di awal Mei 2023. Hal ini ditambah kekhawatiran pasar atas kemungkinan gagal bayar utang pemerintah AS.
Meskipun inflasi di Negeri Paman Sam melandai, indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS masih cukup panas pada periode April 2023 sebesar 4,4% yoy.
Indikator yang menjadi rujukan bank sentral The Fed untuk mengukur inflasi masih cukup tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,2% yoy. Angka ini juga diperkuat dengan indeks keyakinan konsumen AS di level 102,3 atau di atas ekspektasi level 99.
Baca juga: Suku Bunga The Fed Naik Jadi 5,25%, BI Optimistis Rupiah Menguat
Kabar ini memicu kecemasan pasar terhadap kemungkinan pengetatan moneter dari The Fed pada pertemuan yang akan digelar bulan Juni. Menurut Fedwatch CME Group, The Fed diproyeksikan masih akan mengerek suku bunga acuan sebesar 25 bps.
Meskipun inflasi di Negeri Paman Sam melandai, indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS masih cukup panas pada periode April 2023 sebesar 4,4% yoy.
Indikator yang menjadi rujukan bank sentral The Fed untuk mengukur inflasi masih cukup tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,2% yoy. Angka ini juga diperkuat dengan indeks keyakinan konsumen AS di level 102,3 atau di atas ekspektasi level 99.
Baca juga: Suku Bunga The Fed Naik Jadi 5,25%, BI Optimistis Rupiah Menguat
Kabar ini memicu kecemasan pasar terhadap kemungkinan pengetatan moneter dari The Fed pada pertemuan yang akan digelar bulan Juni. Menurut Fedwatch CME Group, The Fed diproyeksikan masih akan mengerek suku bunga acuan sebesar 25 bps.
(ind)
Lihat Juga :