Kepercayaan Masyarakat Rendah, Penetrasi Asuransi Minim
Jum'at, 24 Juli 2020 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
Hal itu, kata dia, tampak dari jumlah penduduk dan kelas menengah Indonesia yang besar, namun penetrasi asuransi cukup rendah. Kedua, maraknya kasus di industri perasuransian yang bahkan melibatkan perusahaan-perusahaan besar. "Hal ini berpotensi menyebabkan trauma bagi masyarakat," ujarnya.
Tantangan ketiga, lanjut dia, adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Agen perusahaan asuransi, tegas Aviliani, harus mampu menjelaskan skema-skema asuransi, baik manfaat maupun risikonya secara sederhana. Menurut dia, selama ini, yang disampaikan ke nasabah lebih kepada manfaat, sementara risikonya ditutup-tutupi.
Keempat, kesempatan investasi. "Asuransi bukan hanya menyediakan skema kesehatan maupun jiwa tetapi juga untuk investasi. Maka dari itu, sebaiknya masyarakat perlu disosialisasikan lebih lanjut apa saja benefit yang didapat dari berasuransi," tuturnya.
Tantangan ketiga, lanjut dia, adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Agen perusahaan asuransi, tegas Aviliani, harus mampu menjelaskan skema-skema asuransi, baik manfaat maupun risikonya secara sederhana. Menurut dia, selama ini, yang disampaikan ke nasabah lebih kepada manfaat, sementara risikonya ditutup-tutupi.
Keempat, kesempatan investasi. "Asuransi bukan hanya menyediakan skema kesehatan maupun jiwa tetapi juga untuk investasi. Maka dari itu, sebaiknya masyarakat perlu disosialisasikan lebih lanjut apa saja benefit yang didapat dari berasuransi," tuturnya.
(fai)
Lihat Juga :