Uni Eropa Bikin Aturan Suka-suka: Perketat 6 Produk Indonesia Masuk Pasarnya

Jum'at, 09 Juni 2023 - 17:02 WIB
loading...
Uni Eropa Bikin Aturan...
Sawit dan 5 komoditas Indonesia akan sulit masuk pasar Eropa. Foto/YorriFarli/MPI
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan saat ini negara-negara di Uni Eropa telah menjalankan Undang-undang Komoditas Bebas Deforestasi Uni Eropa atau EU Deforestation Regulation (EUDR). Kebijakan itu akan berdampak pada sulitnya akses pasar untuk beberapa komoditas asli Indonesia ke Uni Eropa.

Baca juga: Pilpres 2024, Pengamat: Golkar Harus Proaktif Dorong Airlangga Cawapres

"Ini sudah diundangkan, tanpa konsultasi dengan kita. Jadi ini regulasi yang dibuat mengatur negara lain. Biasanya kita regulasi mengatur diri sendiri, ini mengatur negara lain," ujar Airlangga dalam The New SINSW dan Agenda Diskusi: Let's Talk About INSW, Jumat (9/6/2023).

Airlangga menambahkan dengan regulasi tersebut setidaknya akan ada enam komoditas Indonesia bakal sulit untuk menembus pasar Uni Eropa, seperti kopi, kakau, karet, furniture, CPO, dan sapi. Semua produk itu akan sulit masuk ke pasar Eropa akibat penerapan EUDR.

Enam komoditas tersebut saat ini dianggap paling banyak melakukan deforestasi atau produk yang menghasilkan emisi karbon cukup tinggi dari proses produksinya. Lewat kebijakan EUDR Uni Eropa mengklasifikasikan produk yang masuk dalam tiga kategori, pertama low risk dengan tingkat emisi karbon 3%, standard risk dengan paling banyak menyumbang 6%, dan high risk paling banyak 9%.

"Mereka mengklasifikasikan negara menjadi 3, yaitu low risk, standar risk, dan high risk. Mereka melakukan klasifikasi tidak menutup mereka melakukan verifikasi. Jadi semuanya dverifikasi, yang low risk 3%, standar risk 6%, dan high risk 9%," sambung Airlangga.

"Ini tentu merupakan trade barrier baru, demikian pula kalau di kayu, konsumen tidak mau bayar, dibebankan kepada produsen. Jadi mereka menaikkan strandar tapi tidak mau menaikan cost, cost di-push seluruh ke negara produsen," lanjutnya.

Di samping itu, saat ini Uni Eropa masih belum mengakui sertifikasi yang dikeluarkan oleh LSM dari Indonesia soal klaim produk yang lebih ramah lingkungan. Artinya Uni Eropa memiliki standardisasi tersendiri akan produk-produk yang bakal masuk ke negaranya.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Jamur Jari Mayat Xylaria polymorpha

"Indonesia punya potensi 18 bulan dari sekarang, mereka belum mengakui yang saat ini sudah berjalan, seperti di kelapa sawit ada RSPO, mereka belum akui, dan lainnya," pungkasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Purbaya Lapor Prabowo,...
Purbaya Lapor Prabowo, Ada 10 Perusahaan Diduga Manipulasi Harga Ekspor CPO
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rekomendasi
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
5 Makanan Indonesia...
5 Makanan Indonesia Masuk 100 Hidangan Terbaik Dunia 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved