BRICS dan Iran Makin Lengket, Perdagangan Keduanya Tembus Rp442,2 Triliun
Sabtu, 10 Juni 2023 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
China tetap menjadi mitra dagang utama Iran dalam kelompok BRICS, dengan perdagangan antara kedua negera naik 37,41% selama periode tersebut. India berada di urutan kedua dengan perdagangan naik hampir 47%, dan Rusia berada di tempat ketiga (naik 3,59%).
Sedangkan perdagangan dengan Brasil telah menurun, baik dalam bobot maupun nilai. Afrika Selatan selanjutnya jadi mitra dagang utama Iran di benua Afrika, dengan perdagangan bilateral naik lebih dari 23%.
Rusia dan Iran telah memperkuat hubungan dalam menghadapi sanksi ekonomi Barat. Pada tahun 2022, nilai barang dan jasa yang dipertukarkan antara kedua negara mencapai USD4,6 miliar, menurut data resmi.
Moskow dan Teheran juga telah mencapai kesepakatan untuk meningkatkan penggunaan mata uang nasional, karena mereka mendorong menuju de-dolarisasi. Untuk diketahui Dedolarisasi adalah proses penggantian dolar AS sebagai mata uang yang digunakan untuk perdagangan minyak dan/atau komoditas lainnya.
BRICS yang saat ini terdiri dari Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan, sedang mempertimbangkan untuk memperluas keanggotaannya karena semakin banyak negara telah menyatakan minatnya untuk bergabung.
Sedangkan perdagangan dengan Brasil telah menurun, baik dalam bobot maupun nilai. Afrika Selatan selanjutnya jadi mitra dagang utama Iran di benua Afrika, dengan perdagangan bilateral naik lebih dari 23%.
Rusia dan Iran telah memperkuat hubungan dalam menghadapi sanksi ekonomi Barat. Pada tahun 2022, nilai barang dan jasa yang dipertukarkan antara kedua negara mencapai USD4,6 miliar, menurut data resmi.
Moskow dan Teheran juga telah mencapai kesepakatan untuk meningkatkan penggunaan mata uang nasional, karena mereka mendorong menuju de-dolarisasi. Untuk diketahui Dedolarisasi adalah proses penggantian dolar AS sebagai mata uang yang digunakan untuk perdagangan minyak dan/atau komoditas lainnya.
BRICS yang saat ini terdiri dari Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan, sedang mempertimbangkan untuk memperluas keanggotaannya karena semakin banyak negara telah menyatakan minatnya untuk bergabung.
(akr)
Lihat Juga :