Wall Street Ditutup Menguat, S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi 14 Bulan
Jum'at, 16 Juni 2023 - 07:15 WIB
loading...
Wall Street dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq melonjak pada perdagangan Kamis (15/6/2023). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wall Street dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq melonjak pada perdagangan Kamis (15/6/2023), waktu setempat ditutup di level tertinggi dalam 14 bulan. Hal itu karena investor menyambut data ekonomi yang memicu taruhan bahwa Federal Reserve AS mendekati akhir kampanye kenaikan suku bunga yang agresif.
Mengutip Reuters, S&P 500 naik 1,22% untuk mengakhiri sesi di 4.425,84 poin, Nasdaq meningkat 1,15% menjadi 13.782,82 poin, membawa kenaikannya minggu ini menjadi hampir 4% dan Dow Jones Industrial Average naik 1,26% menjadi 34.408,06 poin.
Imbal hasil Treasury turun setelah serangkaian data ekonomi menunjukkan penurunan inflasi, membantu mengimbangi kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga di masa depan dan mendorong Apple (AAPL.O) dan Microsoft (MSFT.O) ke rekor tertinggi.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Naik Menanti The Fed Bawa Kabar Baik
Data menunjukkan penjualan ritel AS secara tak terduga naik pada Mei karena konsumen membelanjakan berbagai barang termasuk kendaraan. Kumpulan data lain menunjukkan klaim pengangguran tidak berubah pada penyesuaian musiman 262.0000 untuk pekan yang berakhir 10 Juni, tetapi di atas perkiraan ekonom 249.000 klaim.
Selain itu, harga impor turun di bulan Mei dan penurunan tahunan merupakan yang tertajam dalam tiga tahun. Itu mengikuti laporan pada hari Selasa yang menunjukkan inflasi utama April meningkat kurang dari yang diharapkan.
The Fed membiarkan suku bunga tidak berubah pada kisaran 5%-5,25% pada hari Rabu dan mengindikasikan akan menaikkan setidaknya setengah persentase poin tahun ini karena inflasi tetap bertahan.
Mengutip Reuters, S&P 500 naik 1,22% untuk mengakhiri sesi di 4.425,84 poin, Nasdaq meningkat 1,15% menjadi 13.782,82 poin, membawa kenaikannya minggu ini menjadi hampir 4% dan Dow Jones Industrial Average naik 1,26% menjadi 34.408,06 poin.
Imbal hasil Treasury turun setelah serangkaian data ekonomi menunjukkan penurunan inflasi, membantu mengimbangi kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga di masa depan dan mendorong Apple (AAPL.O) dan Microsoft (MSFT.O) ke rekor tertinggi.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Naik Menanti The Fed Bawa Kabar Baik
Data menunjukkan penjualan ritel AS secara tak terduga naik pada Mei karena konsumen membelanjakan berbagai barang termasuk kendaraan. Kumpulan data lain menunjukkan klaim pengangguran tidak berubah pada penyesuaian musiman 262.0000 untuk pekan yang berakhir 10 Juni, tetapi di atas perkiraan ekonom 249.000 klaim.
Selain itu, harga impor turun di bulan Mei dan penurunan tahunan merupakan yang tertajam dalam tiga tahun. Itu mengikuti laporan pada hari Selasa yang menunjukkan inflasi utama April meningkat kurang dari yang diharapkan.
The Fed membiarkan suku bunga tidak berubah pada kisaran 5%-5,25% pada hari Rabu dan mengindikasikan akan menaikkan setidaknya setengah persentase poin tahun ini karena inflasi tetap bertahan.
Lihat Juga :