Produksi Karet RI Merosot, Pengusaha Pilih Impor untuk Penuhi Kontrak

Rabu, 21 Juni 2023 - 16:13 WIB
loading...
Produksi Karet RI Merosot,...
Pengusaha karet menyatakan produksi karet dalam negeri terus mengalami penurunan sejak tahun 2017. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pengusaha karet menyatakan produksi karet dalam negeri terus mengalami penurunan sejak tahun 2017 lalu. Imbasnya, aktivitas ekspor pun jadi menurun.

Executive Director Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), Erwin Tunas mengungkapkan, rata-rata penurunan ekspor karet setiap tahunnya sebesar 10%. Penurunan tersebut diproyeksikan berlanjut pada tahun ini.

"Iya memang, ekspor karet mengalami penurunan, jadi rata-rata hampir kena 10% tiap tahun sejak 2017,” ungkap Erwin saat ditemui MNC Portal Indonesia (MPI) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (21/6/2023).

“Waktu pertama kali tahun 2017 kita ekspor itu sekitar 3,3 juta ton, tahun 2022 turun menjadi sekitar 2,1 juta ton, kemudian diprediksi tahun ini akan sulit dipertahankan bahkan akan menurun. Mungkin turunnya bisa 10% lagi atau sekitar 1,8 juta ton," urainya.

Baca juga: Kandungan Lokal Tinggi, Industri Karet Ikut Dukung Pengembangan Infrastruktur Tahan Gempa

Menurut dia, lantaran Indonesia tidak bisa memenuhi perjanjian kontrak ekspor dengan para buyer, maka mau tidak mau harus melakukan importasi karet dari negara lain agar kebutuhan industri di dalam negeri tetap berjalanan dan perjanjian kontrak bisa diteruskan. Adapun jumlah karet yang diimpor tiap tahun mencapai 100.000 ton.

"Gini, posisi kontrak kita kalau kita lagi nggak match, karena kontraknya kan sistemnya itu adalah long term, jadi kita selalu melakukan long term kontrak yang artinya kita udah terikat pada buyer,” ungkapnya.

“Misalnya, di bulan Juli kita itu harus ekspor berapa, Agustus berapa, September berapa. Tanda tangan kontrak itu harus dibuat pada bulan April itu untuk membuat sampai dengan Desember. Nah pada saat kita lihat ternyata pada saat Oktober apa yang kita perkirakan kita pikir bisa penuhi ternyata tidak ada, jadi otomatis kita cari kontrak lain atau impor, gitu," bebernya.

Baca juga: Kendali China di Dalam Produsen Ban Terbesar Asal Italia Dibatasi

Erwin menambahkan, negara pemasok karet untuk Indonesia bervariasi, namun sebagian besar dari Afrika. Kendati demikian, dia menilai, ketergantungan Indonesia dengan Afrika ini tidak bisa diharapkan dalam waktu yang lama.

Pasalnya, banyak Industri China yang berinvestasi di Afrika, sehingga secara tidak langsung produksi karet di Afrika akan dipasok untuk China.

"Tapi memang ke depannya tidak bisa diharapkan langgeng, karena banyak industri di Cina pun investasi langsung di sana (Afrika), untuk mengolah jadi bahan baku industri juga," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Rekomendasi
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
Tempat Bersejarah yang...
Tempat Bersejarah yang Bisa Dikunjungi untuk Peringati HUT ke-78 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved