Piyama-Daster Batik Cap Kekinian, Pengusaha Ini Gabungkan Unsur Tradisional dan Modern

Rabu, 21 Juni 2023 - 16:21 WIB
loading...
Piyama-Daster Batik...
Berangkat dari skill dan passionnya di bidang desain, seorang pengusaha fashion asal Jakarta, Gerry Riyadi, menciptakan model baru piyama-daster kekinian. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Berangkat dari skill dan passionnya di bidang desain , seorang pengusaha fashion asal Jakarta, Gerry Riyadi, menciptakan model baru piyama-daster kekinian. Ia mengkreasikan kain batik cap sebagai bahan utama model piyama-daster. Kreasinya ini telah dipatenkan dengan nama brand Bathek Buana dan telah dipasarkan secara luas.

Baca Juga: Batik Cap Bejijong, Kebangkitan Industri Kreatif Bumi Majapahit

Dengan latar belakang lulusan Fakultas Seni Rupa Desain, Gerry adalah sosok yang memiliki ketertarikan kuat di bidang desain dan fashion. Ia pun memiliki bisnis fashion dengan memproduksi kain batik cap untuk menyuplai beberapa toko di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Namun seiring waktu, Gerry memiliki ide dan inovasi untuk menciptakan produk jadi.

Ia pun melihat adanya potensi besar dari kain batik cap. Lalu Gerry berinisiatif menggabungkan unsur tradisional dan sentuhan modern, dengan mengkreasikan batik cap menjadi model piyama-daster kekinian. Produk piyama-daster hasil kreasinya dikemas secara eksklusif dengan menyasar target kalangan perempuan, terutama kaum ibu muda.

Baca Juga: Menelusuri Kekayaan Ragam Corak Batik Indonesia

Gerry mengakui, ia memilih batik cap karena melihat adanya peluang pasar yang besar di kalangan muda. Biasanya, batik cap lebih banyak dikaitkan dengan produk untuk usia 40-60 tahun. Namun, Gerry merasa tertantang untuk mengubah persepsi tersebut.

"Tren batik cap ini bisa untuk kalangan muda, terutama untuk produk piyama dan daster. Ini yang membuat saya tergerak memilih batik cap. Saya suka karena tantangannya. Rata-rata mindset batik cap produk daster dan piyama ini kan biasanya untuk kalangan usia 40-60,” jelasnya.

Dengan inovasi piyama dasternya, Gerry pun berharap dapat melestarikan batik cap sebagai budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Bahkan ia memiliki ambisi menjadikan batik cap sebagai pilihan utama dalam berbusana di kalangan anak-anak hingga dewasa untuk beberapa tahun ke depan.

"Dengan target pasar ibu-ibu muda dan usia lanjut, melalui produk ini saya berharap kebudayaan batik cap akan terbawa ke anak-anaknya, dan budaya batik cap sebagai sebuah karya seni akan tetap tumbuh," terangnya.

Sejak diperkenalkan beberapa tahun lalu, piyama dan daster Bathek Buana mendapatkan respons positif dari masyarakat. Menurut Gerry, permintaan piyama-daster ini cukup besar, namun penjualan produk ini dibatasi dari jumlah motifnya agar tetap menjadi karya seni yang unik.

Produk piyama-daster Bathek Buana dipasarkan melalui berbagai platform, mulai dari media sosial seperti Instagram @bathekbuana, marketplace Tokopedia dengan nama toko Bathek Buana, dan channel Youtube. Bahan kain untuk Bathek Buana saat ini diproduksi di sebuah pabrik di kawasan Balaraja, Tangerang. Sedangkan untuk pesanan produk dikirim dari gudang di Jakarta Selatan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Metro Timur Indonusa...
Metro Timur Indonusa Investasi USD1 Juta, Dukung Pengembangan Alat AI bagi Kreator
Pekerja Muda Beralih...
Pekerja Muda Beralih ke Peluang Usaha Minim Risiko demi Stabilitas Finansial
Rocket Day 2025, 25...
Rocket Day 2025, 25 Pengusaha Muda Buka Peluang Ekonomi Senilai Rp4,17 Miliar
Gerbang Utama bagi Brand...
Gerbang Utama bagi Brand Korea untuk Berekspansi ke Indonesia
Inalum Teken Kerja Sama...
Inalum Teken Kerja Sama Global dalam Perhelatan World Expo 2025
Belanja Cepat Jadi Habit...
Belanja Cepat Jadi Habit Baru Masyarakat Urban
BCA Berbagi Ilmu Ajak...
BCA Berbagi Ilmu Ajak Mahasiswa Untirta Ubah Kegagalan Jadi Peluang
Brand Lokal Edness Siap...
Brand Lokal Edness Siap Gebrak Industri Fesyen Nasional
Acapcop Resmi Buka Offline...
Acapcop Resmi Buka Offline Store Pertama, Tas Kulit Lokal Berkelas Internasional
Rekomendasi
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved