El Nino Picu Kekeringan, Produksi Padi Terancam Turun 5%

Kamis, 22 Juni 2023 - 22:05 WIB
loading...
El Nino Picu Kekeringan,...
Sejumlah petani memanen padi di area persawahan Pemkot Jakarta Barat di RT 01/04 Semanan, Kalideres, Jakarta, Jumat (9/6/2023). ANTARA FOTO/Reno Esnir/YU
A A A
JAKARTA - Produksi padi di dalam negeri terancam menurun imbas datangnya El Nino . Pasalnya, musim kemarau berkepanjangan dipastikan bakal mengganggu produksi tanaman pangan pokok tersebut.

Mengutip BMKG, El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.

Pengamat Pangan IPB sekaligus anggota Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santosa mewanti-wanti El Nino akan mengganggu produksi padi di Tanah Air hingga akhir tahun ini. Pasalnya, dia melihat, beberapa wilayah sudah memasuki musim kemarau.

"Tahun ini kita berhadapan dengan El Nino. Kita harus berhati hati dengan ancaman El Nino ini. Beberapa pengamat memprediksi musim kering berkepanjangan sudah dimulai, tapi ada yang bilang juga dimulainya itu akhir Agustus. Makanya kalau sekarang di beberapa wilayah kering, karena sudah kemarau," ujarnya saat berdialog di IDX Channel, Kamis (22/6/2023).

Baca juga: El Nino Meningkat Lebih 50%, Potensi Kekeringan Makin Nyata

Oleh sebab itu, Dwi memproyeksikan produksi padi akan menurun hingga 5% pada tahun ini. Begitu juga dengan jenis biji-bijian lainnya seperti salah satunya jagung untuk pakan ternak. Sehingga, jika beberapa bulan ke depan harga beras, daging ayam serta telur merangkak naik, itu karena kondisi tanah petani yang kurang mendukung.

"Kondisi El Nino ini perlu kita perhatikan bersama. Karena saya pastikan produksi padi akan menurun sekitar 5%. Tapi saya berharap semoga tidak lebih dari 5%. Dan kalau kita berupaya terus barangkali bisa kurang dari 5%. Dan juga tentu produksi biji-bijian lainnya juga ada yang kemungkinan menurun," bebernya.

Baca juga: 51% Wilayah Indonesia Memasuki Musim Kemarau, Ini Rinciannya

Dwi menerangkan, pada cuaca kemarau ini, harga jagung juga ikut terkerek lantaran dalam kondisi kemarau akan ada perebutan lahan antara tanaman padi dengan jagung.

Jika kondisi air tanah kurang mencukupi untuk padi maka petani akan mengalihkan ke tanaman jagung. Menurut Dwi, jagung dipilih petani lantaran harga di pasaran saat ini relatif tinggi. Adapun sekarang harganya sudah tembus Rp6.000 per kilogram.

"Biasalah jagung dengan padi ini kan perebutan lahan. Ketika lahan untuk padi karena kondisi airnya kurang tidak bisa digunakan untuk padi kemudian mereka akan beralih ke tanaman palawija (jagung)," terang dia.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
El Nino Mengintai, Mentan...
El Nino Mengintai, Mentan Amran Instruksikan Perkuat Infrastruktur Pengairan Nasional
Hadapi Potensi El Nino...
Hadapi Potensi El Nino 2026, APHI Dorong Antisipasi Dini Karhutla
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved