Babak Baru 'Perang' AS-China, Jadi Sentimen Saham Pekan Depan

Minggu, 26 Juli 2020 - 15:17 WIB
loading...
A A A
Optimisme pasar dibangun karena komitmen Parta Republik sebagai pengusung Presiden Trump telah mempertimbangkan untuk memperpanjang tunjangan pengangguran menjadi sebesar USD400 per bulan sampai akhir tahun ini. Pasalnya sesuai laporan AS, kondisi pengangguran setiap pekannya cukup mengkhawatirkan.

Saat ini pelaku pasar menanti rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua dengan konsensus analis memperkirakan PDB USA turun 35%. Tidak hanya itu, ekonomi Zona Eropa menunjukkan perbaikan setelah pelonggaran lockdown menjadi sentimen positif pasar. Meski begitu, diperkirakan belum akan kembali sebaik sebelum krisis pandemi corona virus melanda. "Sentimen positif dana pemulihan 750 miliar euro atau sekitar USD862 miliar sudah rendah atau tidak terlalu kuat lagi," katanya

Baca Juga: Waspada! Konflik Geopolitik AS vs China Picu Resesi Ekonomi Global

Disamping itu, semakin memanasnnya konflik duna negara adidaya China dan AS menjadi perhatian pelaku pasar menyusul aksi saling tutup antar konsulat kedua negara di Houston, AS dan Chengdu, China. "Risiko jangka pendek terbesar saat ini adalah salah satu negara baik AS maupun China melangkah lebih jauh dan melanggar kesepakatan perjanjian fase satu. Hal ini dapat membuat berlanjutnya perang dagang baru kedua negara," jelasnya.

Selanjutnya, pelaku pasar dalam negeri tetap waspada terhadap sentimen positif vaksin, karena masih butuh waktu untuk memastikan suksesnya vaksin tersebut. Selain itu masih ada potensi gagal pada pengujian fase tiga. "IHSG berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 5074 sampai 5031 dan resistance di level 5162 sampai 5200," jelasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dibuka Menguat 0,33%,...
Dibuka Menguat 0,33%, IHSG Berbalik Melemah di Menit Pertama
Trump Bakal Berlakukan...
Trump Bakal Berlakukan Tarif 100% ke China, Ancaman Perang Dagang Kembali Menggema
Kabar Baik Datang dari...
Kabar Baik Datang dari Perang Dagang AS dan China, Begini Hasil Pertemuan London
AS Memperpanjang Penangguhan...
AS Memperpanjang Penangguhan Tarif Beberapa Produk China hingga 31 Agustus
Kesepakatan Tarif AS-China...
Kesepakatan Tarif AS-China Dilanggar, Kedua Negara Saling Tuding
Survei Persepsi Global...
Survei Persepsi Global Ungkap AS Kalah dari China
Depresiasi Rupiah di...
Depresiasi Rupiah di Tengah Penguatan Harga Saham
IHSG Cetak Rekor Tertinggi:...
IHSG Cetak Rekor Tertinggi: Euforia, Risiko, dan Peluang
Tak Pernah Terjadi Sebelumnya,...
Tak Pernah Terjadi Sebelumnya, China Mampu Tundukkan AS
Rekomendasi
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved