PLN Terus Dorong Penggunaan Energi Ramah Lingkungan
Minggu, 26 Juli 2020 - 20:00 WIB
loading...
PLN teruis bertransformasi mendorong penggunaan energi baru terbarukan dalam penyediaan energi listrik. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) terus melakukan transformasi dengan mendorong penggunaan energi rendah karbon yang ramah lingkungan, khususnya dengan memanfaatkan energi baru terbarukan dalam penyediaan energi listrik. Melalui salah satu aspirasi utama dalam transformasi PLN, yaitu green, PLN memiliki beberapa strategi untuk mendorong penggunaan energi baru terbarukan.
Strategi tersebut antara lain dengan co-firing pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang telah beroperasi, program konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga (PLT) biomassa, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang sudah ada untuk membangkitkan listrik.
"Kita berinovasi dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada guna meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan," tutur Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/7/2020).
(Baca Juga: Manfaatkan Air Limpahan PLTM Hanga-Hanga, PLN Produksi Listrik Lewat Pikohidro)
Co-firing dikembangkan oleh PLN di beberapa PLTU, seperti PLTU Paiton berkapasitas 2x400 MW menggunakan olahan serbuk kayu, PLTU Ketapang berkapasitas 2x10 MW dan PLTU Tembilahan berkapasitas 2x7 MW menggunakan olahan cangkang sawit. Co-firing dilakukan dengan mencampurkan olahan tersebut sebesar 5% dari total kebutuhan bahan bakar. Sementara untuk konversi dari PLTD ke PLT Biomassa, PLN mencatat terdapat 1,3 Gigawatt PLTD yang dapat dikonversi menjadi PLT Biomassa.
Strategi tersebut antara lain dengan co-firing pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang telah beroperasi, program konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga (PLT) biomassa, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang sudah ada untuk membangkitkan listrik.
"Kita berinovasi dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada guna meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan," tutur Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/7/2020).
(Baca Juga: Manfaatkan Air Limpahan PLTM Hanga-Hanga, PLN Produksi Listrik Lewat Pikohidro)
Co-firing dikembangkan oleh PLN di beberapa PLTU, seperti PLTU Paiton berkapasitas 2x400 MW menggunakan olahan serbuk kayu, PLTU Ketapang berkapasitas 2x10 MW dan PLTU Tembilahan berkapasitas 2x7 MW menggunakan olahan cangkang sawit. Co-firing dilakukan dengan mencampurkan olahan tersebut sebesar 5% dari total kebutuhan bahan bakar. Sementara untuk konversi dari PLTD ke PLT Biomassa, PLN mencatat terdapat 1,3 Gigawatt PLTD yang dapat dikonversi menjadi PLT Biomassa.
Lihat Juga :