Bos Pertamina Trauma Mau Akuisisi Ladang Migas di Luar Negeri, Ada Apa?

Minggu, 26 Juli 2020 - 18:38 WIB
loading...
Bos Pertamina Trauma...
Dirut Pertamina Nicke Widyawati. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kasus hukum yang membelit mantan Direktur Pertamina Pertamina Karen Agustiawan terkait akuisisi ladang minyak dan gas bumi beberapa waktu lalu teryata membuat bos Pertamina yang sekarang, yakni Nicke Widyawati menjadi trauma. Namun supaya akuisisi ladang migas tetap jalan terus, pihaknya mengaku sekarang harus lebih hati-hati dan waspada.

"Insyaallah kita terus lakukan akuisisi dengan penuh kehati-hatian, tapi juga cepat karena kita perlu lakukan tahun ini karena ini waktu yang tepat untuk akuiisi," ujar dia saat diskusi online, di Jakarta, Minggu (26/7/2020).

Baca Juga: Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Didakwa Rugikan Negara Rp568 M

Menurut dia untuk menjamin akuisisi berjalan mulus pihaknya melibatkan Presiden Joko Widodo, pemegang saham yakni Kementerian BUMN dan terus konsultasi dengan jajaran komisaris hingga Kementerian Luar Negeri. "Jadi jangan sampai ada lagi perbedaan pandangan, pemegang saham, lalu Pak Presiden, menteri luar negeri kita semua libatkan," ungkap Nicke.

Dia menjelaskan akuisisi blok migas di luar negeri pernting dilakukan karena cadangan rasio migas di dalam negeri tinggal tujuh tahun saja. Sebab itu, perseroan terus gencar melakukan akuisisi lapangan migas di luar negeri untuk mencukupi kebutuhan energi domestik.

Pihaknya menyebut saat ini produksi minyak Pertamina baru sebesar 420.000 barel per hari (bph) sedangkan dalam kurun waktu sampai 2028 mendatang ditargetkan bisa mencapai 1 juta bph. Dengan demikian, akuisisi tersebut penting untuk mencapa target tersebut. "Sekalian bocoran saja, memang Pertamina sekarang sedang melakukan akuisisi blok migas di luar negeri untuk meningkatkan RTP kita dan cadangan kita," ungkapnya.

Lihat Juga: Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Bebas dari Tahanan

Namun begitu, Nicke tidak menyebutkan secara detail ladang migas negara mana yang diakuisi. Tapi yang jelas, akuisisi ditargetkan dilakukan tahun ini. Pasalnya jika tidak segera dilakukan akuisisi, maka cadangan migas akan habis dan operasional perusahaan akan terganggu.

"Jadi dengan akuisisi ini langsungn harapannya langsung meningkatkan cadangan dan produksi. Bayangkan saja kalau nggak melakukan atau menemukan cadangan baru atau tidak akuisisi perusahaan migas dengan cadangan besar maka dalam tujuh tahun cadangan ini akan habis," ujarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Makin Mudah Berinvestasi,...
Makin Mudah Berinvestasi, Pegadaian dan KSEI Gandeng Tangan Kembangkan ETF Emas
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Pertamina dan ERIA Perkuat...
Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
Rayakan HUT ke-61, PGN...
Rayakan HUT ke-61, PGN Gelar Sunatan Massal di Seluruh Wilayah Operasional
Kasus Korupsi LNG, Hari...
Kasus Korupsi LNG, Hari Karyuliarto Sebut Vonis 4,5 Tahun Tidak Adil
Rekomendasi
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved