2.000 TKA China Dibutuhkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Tim Khusus Akan Awasi
Senin, 27 Juli 2020 - 14:13 WIB
loading...
A
A
A
"Yang pasti, mereka hadir sebagai media untuk transfer teknologi dan pengetahuan, karena mereka yang mengerjakan proyek ini di China dan negara lainnya, metode dan panduannya semuanya masih kebanyakan berbahasa China," ungkapnya.
Hal ini disampaikan saat Menaker Ida Fauziyah bersama jajaran Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) hari ini meninjau lokasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Dalam peninjauan proyek ini, Ida turut didampingi oleh Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa keberadaan TKA China bukanlah untuk permanen. "Maksimal hanya 6 bulan saja, dan dipastikan harus ada transfer teknologi dan pengetahuan," tutur Ida.
Hal ini disampaikan saat Menaker Ida Fauziyah bersama jajaran Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) hari ini meninjau lokasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Dalam peninjauan proyek ini, Ida turut didampingi oleh Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa keberadaan TKA China bukanlah untuk permanen. "Maksimal hanya 6 bulan saja, dan dipastikan harus ada transfer teknologi dan pengetahuan," tutur Ida.
(akr)
Lihat Juga :