Amman Mineral Kebut Pembangunan Smelter Agar Rampung di 2024
Jum'at, 07 Juli 2023 - 15:45 WIB
loading...
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memastikan pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, diselesaikan pada 2024. Foto/Ilustrasi/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Melalui IPO tersebut, perseroan berpotensi meraup dana segar Rp10,73 triliun yang sebagian akan digunakan untuk pembangunan smelter dan pemurnian logam (smelter) di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.
Baca Juga: Tambah Kapasitas Konsentrat, Amman Mineral Anggarkan Rp23 Triliun
Investor Relations Amman Mineral Kartika Octaviana mengatakan, perseroan tengah berupaya mempercepat pembangunan smelter tersebut. Amman, tegas dia, menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan smelter pada 2024 mendatang.
"Pembangunan smelter kami itu fabrikasi alat-alatnya dibikin di negara lain, kemudian dibawa ke Indonesia dan itu langsung di pasang. Makanya prosesnya jadi lebih cepat," jelas Kartika di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/7/2023).
Kendati demikian, Kartika memastikan bahwa perseroan tidak terburu-buru dalam proses pembangunannya. Pembangunan smelter dilakukan secara berhati-hati untuk memastikan semuanya dilakukan dengan ketelitian teknis dan mengutamakan keselamatan.
Baca Juga: Daftar 13 Negara Berkembang yang Merupakan Anggota NATO
Smelter milik Amman Mineral rencananya akan mengolah konsentrat tembaga dari tambang Batu Hijau dan proyek Elang. Pembangunan smelter tersebut dilakukan oleh anak usaha perseroan, PT Amman Mineral Industri (AMIN), dengan kapasitas input awal 900.000 ton konsentrat tembaga per tahun.
Smelter tersebut direncanakan menghasilkan 222.000 ton katoda tembaga dan 830.000 ton asam sulfat dengan konsentrasi 98,0%. Sementara untuk pemurnian logam mulia, akan memproduksi 18 ton emas batangan, dengan kemurnian emas 99,9%, lalu 55 ton perak batangan dengan kemurnian perak 99,9% dan logam mulia lainnya.
Baca Juga: Tambah Kapasitas Konsentrat, Amman Mineral Anggarkan Rp23 Triliun
Investor Relations Amman Mineral Kartika Octaviana mengatakan, perseroan tengah berupaya mempercepat pembangunan smelter tersebut. Amman, tegas dia, menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan smelter pada 2024 mendatang.
"Pembangunan smelter kami itu fabrikasi alat-alatnya dibikin di negara lain, kemudian dibawa ke Indonesia dan itu langsung di pasang. Makanya prosesnya jadi lebih cepat," jelas Kartika di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/7/2023).
Kendati demikian, Kartika memastikan bahwa perseroan tidak terburu-buru dalam proses pembangunannya. Pembangunan smelter dilakukan secara berhati-hati untuk memastikan semuanya dilakukan dengan ketelitian teknis dan mengutamakan keselamatan.
Baca Juga: Daftar 13 Negara Berkembang yang Merupakan Anggota NATO
Smelter milik Amman Mineral rencananya akan mengolah konsentrat tembaga dari tambang Batu Hijau dan proyek Elang. Pembangunan smelter tersebut dilakukan oleh anak usaha perseroan, PT Amman Mineral Industri (AMIN), dengan kapasitas input awal 900.000 ton konsentrat tembaga per tahun.
Smelter tersebut direncanakan menghasilkan 222.000 ton katoda tembaga dan 830.000 ton asam sulfat dengan konsentrasi 98,0%. Sementara untuk pemurnian logam mulia, akan memproduksi 18 ton emas batangan, dengan kemurnian emas 99,9%, lalu 55 ton perak batangan dengan kemurnian perak 99,9% dan logam mulia lainnya.
(fjo)
Lihat Juga :