VKTR Ekspansi Pabrik Bus dan Truk Listrik di Magelang

Senin, 10 Juli 2023 - 16:54 WIB
loading...
VKTR Ekspansi Pabrik...
Fasilitas produksi PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, yang memiliki kapasitas produksi 1.500 unit bus/truk per tahun. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melakukan ekspansi bisnis melalui pengembangan fasilitas perakitan unit bus dan truk listrik di Magelang. Fasilitas produksi di Magelang ini berada di bawah PT VKTR Sakti Industries, yang merupakan joint venture antara VKTR dan PT Tri Sakti.

Pada tahap pengembangan ini PT VKTR Sakti Industries juga berkolaborasi dengan perusahaan konstruksi dari China, Automotive Engineering Corporation (AE Corp). Berlokasi di Magelang, pabrik ini memiliki luas bangunan 1,8 hektare (ha) dan menempati lahan seluas 4,05 ha.

Baca Juga: VKTR Milik Bakrie Ingin Bangun Pabrik Bus Listrik Terbesar di ASEAN

Fasilitas ini akan memiliki kapasitas produksi mencapai 1.500 unit per tahun atau sebanyak 6 unit per hari di tahap awal. Selain itu, juga memiliki kemampuan untuk perakitan chassis (CKD), perakitan cabin, pengelasan, pengecatan, general assembly, trimming, debugging, retrifikasi untuk body & function test, rear truck body, final audit, serta testing.

"Ekspansi dan pengembangan fasilitas produksi ini adalah bukti kesungguhan kami dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission 2060," kata Direktur Utama VKTR, Gilarsi W Setijono dalam keterangan resminya, Senin (10/7/2023).

Baca Juga: Takut Perang Habis-habisan dengan Rusia, Jerman Cegah Ukraina Gabung NATO

Dia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk secara bertahap meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga 80%. Gilarsi menambahkan, fasilitas eksisting yang ada saat ini sudah siap berproduksi dan bahkan tengah dalam proses menyelesaikan batch pertama bus listrik BYD dengan karoseri lokal. Adapun ekspansi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kapasitas.

"Kami juga membuka kemungkinan untuk terus menambah kapasitas serta memperluas skala dan fasilitas, seiring dengan peningkatan volume produksi," tegasnya.

Founder Tri Sakti Widodo menambahkan, proyek ini akan menjadi lompatan besar sekaligus menjadi sumbangsih pihaknya bagi Indonesia. "Sebagai pabrik kendaraan listrik pertama di bidang heavy mobility dan kendaraan niaga dalam negeri, kami berkomitmen untuk memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan dan mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target peningkatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
KTM Solutions Tekankan...
KTM Solutions Tekankan Peran Penting SDM dalam Mendorong Ekspansi Bisnis
Buka Cabang Semarang,...
Buka Cabang Semarang, Linktown Bidik Penjualan Rp500 Miliar per Tahun di Jateng
Tinjauan ke Lampung,...
Tinjauan ke Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan infrastruktur EV Makin Andal
Gandeng Pengusaha Lokal,...
Gandeng Pengusaha Lokal, Hive Five Segera Ekspansi ke Bangka Belitung
INDEF GTI: Insentif...
INDEF GTI: Insentif Kendaraan Listrik Idealnya Dicabut Bertahap
Mendagri Perintahkan...
Mendagri Perintahkan Gubernur Gratiskan Pajak Kendaraan Listrik
Rekomendasi
Grillz Mawar Biru Jennie...
Grillz Mawar Biru Jennie BLACKPINK Jadi Perbincangan, Ada yang Menyebut Mirip Gigi Berlubang
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Cerita Perjalanan Revisi...
Cerita Perjalanan Revisi UU Polri, Kapolri Singgung Aksi Demo Agustus Kelam
Berita Terkini
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved