Bos Shell Sentil Sekjen PBB, Pemangkasan Produksi Minyak Tindakan Berbahaya
Selasa, 11 Juli 2023 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
Mengomentari pernyataan tersebut, Sawan menegaskan yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab adalah memotong produksi minyak dan gas sehingga biaya hidup melonjak.
Baca Juga: PBB: Tahanan Guantanamo Dapat Perlakuan Kejam, Tidak Manusiawi
Dia menyatakan UE terburu-buru mengganti energi Rusia sehingga memicu kegaduhan pembelian gas alam cair (LNG) di pasaran serta mencabut LNG dari negara-negara miskin seperti Pakistan dan Bangladesh.
"Mereka mengambil LNG dari negara-negara tersebut dan anak-anak harus bekerja dan belajar dengan cahaya lilin," kata Sawan. "Jika kita akan melakukan transisi, itu harus menjadi transisi yang adil yang tidak hanya bekerja untuk satu bagian dunia," tandasnya.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) baru-baru ini memperkirakan bahwa minyak akan tetap tak tergantikan di masa mendatang, dan selera dunia akan minyak akan meningkat menjadi 110 juta barel per hari pada 2045.
Baca Juga: PBB: Tahanan Guantanamo Dapat Perlakuan Kejam, Tidak Manusiawi
Dia menyatakan UE terburu-buru mengganti energi Rusia sehingga memicu kegaduhan pembelian gas alam cair (LNG) di pasaran serta mencabut LNG dari negara-negara miskin seperti Pakistan dan Bangladesh.
"Mereka mengambil LNG dari negara-negara tersebut dan anak-anak harus bekerja dan belajar dengan cahaya lilin," kata Sawan. "Jika kita akan melakukan transisi, itu harus menjadi transisi yang adil yang tidak hanya bekerja untuk satu bagian dunia," tandasnya.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) baru-baru ini memperkirakan bahwa minyak akan tetap tak tergantikan di masa mendatang, dan selera dunia akan minyak akan meningkat menjadi 110 juta barel per hari pada 2045.
(nng)
Lihat Juga :