Rusia Dihujam Sanksi Bikin Banyak Negara Pulangkan Cadangan Emasnya
Selasa, 11 Juli 2023 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu bank sentral, dikutip secara anonim, mengatakan: "Kami memang memilikinya (emas) yang disimpan di London ... Tapi sekarang kami telah mentransfernya kembali ke negara kami sendiri untuk disimpan sebagai aset safe haven dan menjaganya tetap aman."
Kepala lembaga Invesco, Rod Ringrow yang mengawasi laporan itu mengatakan, pandangan tersebut diyakini banyak negara secara luas. "'Jika itu emas saya, maka saya menginginkannya ada di negara saya' (telah) menjadi kaliam yang biasa kita dengar dalam setahun terakhir ini," katanya.
Diversifikasi
Kekhawatiran geopolitik, dikombinasikan dengan peluang di pasar negara berkembang, juga mendorong beberapa bank sentral untuk melakukan diversifikasi dari dolar.
Sebanyak 7% percaya kenaikan utang AS juga negatif untuk greenback, meskipun sebagian besar masih tidak melihat alternatif untuk itu sebagai mata uang cadangan dunia. Mereka melihat yuan China sebagai pesaing potensial turun menjadi 18%, dari 29% tahun lalu.
Hampir 80% dari 142 lembaga yang disurvei melihat ketegangan geopolitik sebagai risiko terbesar selama satu dekade berikutnya. Sedangkan 83% memandang inflasi sebagai kekhawatiran selama 12 bulan ke depan.
Infrastruktur sekarang dipandang sebagai aset yang paling menarik, terutama proyek-proyek yang melibatkan pembangkit energi terbarukan.
Kepala lembaga Invesco, Rod Ringrow yang mengawasi laporan itu mengatakan, pandangan tersebut diyakini banyak negara secara luas. "'Jika itu emas saya, maka saya menginginkannya ada di negara saya' (telah) menjadi kaliam yang biasa kita dengar dalam setahun terakhir ini," katanya.
Diversifikasi
Kekhawatiran geopolitik, dikombinasikan dengan peluang di pasar negara berkembang, juga mendorong beberapa bank sentral untuk melakukan diversifikasi dari dolar.
Sebanyak 7% percaya kenaikan utang AS juga negatif untuk greenback, meskipun sebagian besar masih tidak melihat alternatif untuk itu sebagai mata uang cadangan dunia. Mereka melihat yuan China sebagai pesaing potensial turun menjadi 18%, dari 29% tahun lalu.
Hampir 80% dari 142 lembaga yang disurvei melihat ketegangan geopolitik sebagai risiko terbesar selama satu dekade berikutnya. Sedangkan 83% memandang inflasi sebagai kekhawatiran selama 12 bulan ke depan.
Infrastruktur sekarang dipandang sebagai aset yang paling menarik, terutama proyek-proyek yang melibatkan pembangkit energi terbarukan.
Lihat Juga :