Efek Jack Ma Kritik Pemerintah, 2 Raksasa Teknologi China Kehilangan Rp12.799 Triliun

Rabu, 12 Juli 2023 - 11:13 WIB
loading...
Efek Jack Ma Kritik...
Perusahaan raksasa teknologi China, kehilangan miliaran dolar selama tiga tahun terakhir di tengah kebijakan keras Beijing seiring kritik co-founder Jack Ma terhadap pemerintah. Foto/Dok
A A A
BEIJING - Perusahaan raksasa teknologi China , Ant Group dan Alibaba kehilangan miliaran dolar selama tiga tahun terakhir di tengah kebijakan keras Beijing seiring kritik co-founder Jack Ma terhadap pemerintah. Ant Group dan Alibaba secara kolektif telah kehilangan lebih dari USD850 miliar atau setara Rp12.799 triliun (Kurs Rp15.058/USD) selama tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Lama Menghilang, Jack Ma Ternyata Masih Hidup Kini Jadi Profesor

Hal itu menurut hitungan yang dirilis Bloomberg, berdasarkan data pasar. Kerugian itu setelah kedua perusahaan berada di bawah pengawasan atas dugaan pelanggaran undang-undang anti-monopoli.

Baca Juga: Mengungkap Misteri Hilangnya Miliarder China Sejak 2015, Ada Bao Fan hingga Jack Ma

Kebijakan tegas diterapkan pemerintah tidak lama berselang setelah pidato Jack Ma pada Oktober 2020, ketika dia mengkritik sistem peraturan keuangan China karena menghambat inovasi. Ma juga mengklaim bahwa bank-bank China beroperasi dengan mentalitas "pegadaian".

Menurut laporan tersebut, raksasa fintech Ant Group yang mengoperasikan aplikasi pembayaran populer Alipay telah kehilangan 75% dari nilainya, yang sekarang mencapai sekitar USD78,5 miliar. Angka valuasinya turun jauh dari sebesar USD315 miliar pada tahun 2020.

Pada saat itu, Ant Group juga kehilangan apa yang akan menjadi IPO terbesar dalam sejarah, namun dibatalkan oleh Beijing di tengah penyelidikan. Raksasa e-commerce Alibaba, yang juga didirikan bersama oleh Jack Ma ikut mengalami penurunan nilai pasar sebesar 45% atau USD620 miliar sejak 2020.

Secara kolektif, valuasi perusahaan anjlok lebih dari USD856 miliar. Ini juga memengaruhi kekayaan bersih Jack Ma sendiri yang turun dari sekitar USD61 miliar pada Oktober 2020 menjadi USD34,1 miliar pada Senin (10/7) menurut Indeks Miliarder Bloomberg.

Selama penyelidikan peraturan, Alibaba juga terkena rekor denda USD2,8 miliar untuk pelanggaran antimonopoli dan dipaksa mengatur ulang model bisnisnya. Awal tahun ini, perusahaan berencana membagi bisnisnya menjadi enam unit terpisah.

Ant Group juga ditampar dengan denda hampir USD1 miliar dari bank sentral China pada awal bulan ini. Regulator China telah menekan Ant Group untuk menjauhkan diri dari Alibaba dan Jack Ma, serta beroperasi lebih seperti organisasi keuangan tradisional yang diatur oleh bank sentral.

Pada awal tahun ini, Jack Ma mengumumkan bahwa dia menyerahkan hak kendali perusahaan. Pada bulan Januari, Ant berjanji untuk menjalani "penyesuaian struktur kepemilikan saham tingkat atas," di mana Ma hanya memiliki sekitar 6,2%.

Analis melihat denda bank sentral untuk Ant sebagai sinyal akhir dari kebijakan keras pemerintah terhadap bisnis.

"Perusahaan-perusahaan telah melakukan mea culpa mereka dan hukumannya sudah berakhir – setidaknya untuk serangkaian masalah ini," ungkap Kendra Schaefer, mitra di konsultan Trivium China yang berbasis di Beijing.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Rekomendasi
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Kejutan! Paraguay Singkirkan...
Kejutan! Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti
Jerman Ditahan Paraguay...
Jerman Ditahan Paraguay hingga Extra Time, Laga Berlanjut ke Adu Penalti
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Infografis
Koruptor Terbesar China...
Koruptor Terbesar China Menilap Rp6,8 Triliun Dieksekusi Mati
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved