Ganjar Pranowo Beberkan Strategi Melanjutkan Pembangunan IKN

Kamis, 13 Juli 2023 - 15:49 WIB
loading...
Ganjar Pranowo Beberkan...
Calon Presiden dari Partai PDI Perjuangan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVI Tahun 2023 yang diselenggarakan di Upperhils Convention Hall, Makassar, Kamis (13/7/2023). FOTO/dok.SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Ganjar Pranowo mengungkapkan strategi melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai motor Indonesia Emas 2045. Calon Presiden dari Partai PDI Perjuangan ini mengatakan pembangunan IKN merupakan sebuah tantangan membangun peradaban baru.

"Karena tidak hanya membangun gedung. Tapi kita bicara energi hijau, ekonomi biru dan kemudian infrastrukturnya disiapkan sehingga kalau berbicara IKN itu adalah masa depan Indonesia," ujar Ganjar dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVI Tahun 2023 yang diselenggarakan di Upperhils Convention Hall, Makassar, Kamis (13/7/2023).

Baca Juga: Ganjar Siap Jadi Penerus Jokowi Lanjutkan Proyek IKN

Dia mengatakan bahwa ibu kota ini nantinya akan dibangun dengan konsep ekonomi hijau. Ganjar memaparkan posisi Indonesia pada Green Future Index (GFI) berada di urutan 70 dari 76 negara dengan nilai 3,68.

Saat ini, Indonesia berjarak cukup jauh dari rata-rata GFI Global sebesar 4,82 persen. Kemudian ekonomi biru, kata Ganjar, hasil penghitungan Ocean Health Index (OHI) tahun 2021 menempatkan Indonesia di urutan ke 175 dari 222 negara dengan skor 64,93 atau lebih rendah dari rata-rata global yakni 70,19.

Berdasarkan data di atas, IKN sebagai pusat pemerintahan Indonesia yang baru di masa depan diharapkan dapat menjadi pendorong visi pembangunan nasional 2022, 2050 dan 2075.

Lebih lanjut Ganjar juga menjelaskan ihwal sistem transportasi ramah lingkungan yang dapat diterapkan di IKN. Ganjar menyampaikan konsep sistem transportasi yang menggunakan baterai dan tidak menimbulkan karbon.

"Kita akan bicara sistem transportasinya dengan teknologi baterai yang nol karbon, dalam arti tidak ada polusi atau direduce sebanyak-banyaknya," jelas Ganjar.

Tak hanya itu, Ganjar juga menyebutkan tentang pengembangan pengelolaan sampah. Gubernur Jawa Tengah itu menekankan pentingnya menjaga lingkungan IKN yang menjadi tonggak pemerintahan masa depan bangsa.

Ganjar mendorong potensi-potensi sumber daya yang melimpah di Pulau Kalimantan dapat dioptimalkan untuk mencari lebih banyak energi alternatif sebagai pengganti sumber daya dengan tingkat pencemaran tinggi.

"Kita bicara pengelolaan sampah yang jauh lebih baik, kita bicara semua energi yang tidak berbasis pada sumber daya yang mencemari dan itu adalah masa depan," kata Ganjar.

Baca Juga: Pacu Kreativitas Anak Muda, Ganjar Siap Bangun Creative Hub di IKN

Soal teknologi digital di IKN, Ganjar mengungkapkan gagasan pembentukan suatu creative hub yang menjadi wadah generasi muda untuk mengoptimalkan kemampuannya. Hal itu dapat diwujudkan dengan visi dan misi sejalan dengan pemerintah untuk terus meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).

Menurut Ganjar, peningkatan IPM nasional dapat terwujud salah satunya indikatornya adalah populasi penduduk. Sehingga, generasi muda dapat difokuskan untuk mendorong dan mewujudkan visi pembangunan nasional.

"Dengan infrastruktur teknologi informasi yang baik, maka seluruh imajinasi dan kreasi akan berkembang di sana. Sehingga dugaan saya banyak creative hub muncul di sana dan anak-anak yang punya potensi akan mengembangkan dan mengendalikan," pungkas Ganjar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Simak IG Live MNC Sekuritas...
Simak IG Live MNC Sekuritas Hari Ini: Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian
IKN Diguyur Investasi...
IKN Diguyur Investasi Rp1,15 Triliun dari Perusahaan Korea, Buat Bangun Apa?
Purbaya: IMF hingga...
Purbaya: IMF hingga Bank Dunia Puji Strategi Fiskal Pemerintahan Prabowo
Itung-itungan Risiko...
Itung-itungan Risiko Utang Whoosh, Balik Modal Bisa Sampai 100 Tahun
Terganjal Utang Whoosh,...
Terganjal Utang Whoosh, AHY Blak-blakan soal Nasib Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Gaet Investasi, Danantara...
Gaet Investasi, Danantara Susun Strategi di Tengah Gejolak Geopolitik Global
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Rekomendasi
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Kemendikdasmen Terapkan...
Kemendikdasmen Terapkan MPLS Ramah 2026, Murid Baru Disambut Tanpa Perpeloncoan
Berita Terkini
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Infografis
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan,...
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan, UU IKN Digugat Warga Dayak ke MK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved