Terungkap Fakta-fakta Ekonomi India Bakal Salip AS di 2075

Jum'at, 14 Juli 2023 - 16:00 WIB
loading...
Terungkap Fakta-fakta...
Ekonomi India diprediksi menjadi yang terbesar kedua dunia pada 2075 mendatang. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Ekonomi India diprediksi menjadi yang terbesar kedua dunia pada 2075 mendatang. Ramalan ini sebelumnya disampaikan langsung oleh bank asal Amerika Serikat (AS), Goldman Sachs.

India merupakan sebuah negara yang berada di kawasan Asia Selatan. Negara ini berbatasan darat dengan Pakistan di barat, China, Nepal, dan Bhutan di utara, serta Bangladesh dan Myanmar di bagian timur.

Pada statusnya, India menjadi salah satu negara dengan populasi terbanyak di dunia. Selain itu, negara ini juga tercatat sebagai kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia. Posisi India berada tepat di bawah Jerman, Jepang, China, serta AS. Berikut terungkap fakta-fakta terkait ekonomi India bakal salip AS di 2075 mendatang.

1. Proyeksi Pertumbuhan PDB India

Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) India menjadi 6,4 persen pada tahun fiskal (FY) 2023. Angka tersebut juga diprediksi meningkat menjadi 6,7 persen pada FY2024.

Mengutip laman ADB, Bukup banyak faktor yang mendorong pertumbuhan PDB India. Salah satunya adalah terkait investasi swasta di belakang kebijakan pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur transportasi, logistik, hingga ekosistem bisnis. Baca Juga: Goldman Sachs Ramal Ekonomi India Bakal Melompati Jepang, Jerman hingga AS

Proyeksi tersebut merupakan bagian dari publikasi ekonomi ADB, Asian Development Outlook (ADO) April 2023. Moderasi pertumbuhan India pada FY2023 ini didasarkan pada perlambatan laju ekonomi global yang tengah berlangsung serta kondisi moneter yang ketat. Baca Juga: Goldman Sachs Ramal Ekonomi India Bakal Melompati Jepang, Jerman hingga AS

Di sisi lain, IMF melalui World Economic Outlook juga memproyeksikan India sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Pada laporan bulan April lalu, mereka menempatkan ekonomi New Delhi akan tumbuh sebesar 5,9 persen pada tahun fiskal sekarang.

2. Prediksi Goldman Sachs

Baru-baru ini, Goldman Sachs menerbitkan laporan yang memperkirakan India kelak akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Mengutip laman Economic Times, faktor populasi India yang sangat besar diperkirakan akan turut mendorong peningkatan PDB secara dramatis.

Tak hanya karena pertumbuhan populasi, sejumlah faktor lain juga turut mendukung perkembangan ekonomi India. Di antaranya seperti kemajuan negara dalam aspek teknologi, produktivitas pekerja yang meningkat, hingga investasi modal yang lebih tinggi.

Santanu Sengupta selaku ekonom India dari Goldman Sachs Research menyebut bahwa kunci untuk menarik potensi dari populasi India yang sangat banyak adalah dengan meningkatkan partisipasi angkatan kerjanya. Dalam hal ini, dia memprediksi India nantinya akan memiliki salah satu rasio ketergantungan terendah di antara ekonomi besar dunia selama 20 tahun ke depan. Baca Juga: Perang Rusia Ukraina Telah Berubah Menjadi Bencana Ekonomi Bagi India

Untuk diketahui, rasio ketergantungan suatu negara bisa diukur melalui jumlah tanggungan terhadap total penduduk usia kerja. Adapun rasio ketergantungan rendah menunjukan lebih banyak orang dewasa usia kerja yang bisa menghidupi kaum muda dan lansia.

3. Tembus Nomor Dua Dunia

Berdasarkan sejumlah faktor pendorong yang sebelumnya dijelaskan, India diperkirakan bisa menembus posisi dua dunia pada sektor ekonominya di 2075 mendatang. Lima teratas dari Biggest Five tahun 2075 diisi oleh China di urutan pertama, India kedua, serta Amerika Serikat di posisi ketiga. Sementara sisanya bisa diisi oleh negara Eropa hingga Jepang.

Itulah sejumlah fakta terkait ekonomi India yang diperkirakan bisa menyalip Amerika Serikat di tahun 2075 mendatang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rekomendasi
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved