Dorong BUMN Melantai di Bursa, Erick Thohir: Itu Check and Balance
Senin, 17 Juli 2023 - 08:15 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus mendorong perusahaan pelat merah mencatatkan saham perdana alias initial public offering (IPO) di pasar modal. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus mendorong perusahaan pelat merah mencatatkan saham perdana alias initial public offering ( IPO ) di pasar modal. Aksi korporasi ini dimaksimalkan di sisa masa jabatanya sebagai orang nomor satu di Kementerian BUMN.
Baca Juga: Kementerian BUMN Minta Relaksasi IPO BUMN, Begini Tanggapan OJK
Menurutnya, aksi IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) bagian dari penerapan good corporate governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik. Menurutnya akan terjadi keseimbangan dan kontrol (check and balance) antara pemerintah dan pemegang saham minoritas.
"Saya sangat mendorong yang namanya perusahaan BUMN ini membawa yang namanya GCG, nah salah satunya dengan go publik, dengan go publik itu kan jadi check and balance," ujar Erick Thohir kepada wartawan akhir pekan kemarin.
Baca Juga: Wamen BUMN: Kalau Semua BUMN IPO, Bisa Lebih dari Temasek
Melalui IPO, pemegang saham juga mampu menghasilkan BUMN sebagai korporasi yang baik, karena ada kontrol antara dari pemerintah dan investor. Penawaran umum perdana, lanjut Erick, tidak hanya mendorong financial investor, tetapi juga membantu pemerintah mendapatkan investor strategis.
"Supaya kita bisa terus meningkatkan value creation daripada BUMN tersebut," ungkap dia.
Erick mengaku pemerintah terus mendorong BUMN untuk go public agar perusahaan dapat mandiri dan terbuka, khususnya terkait dengan kinerja operasional dan keuangan perusahaan.
Pasar modal dipandang menjadi alternatif pendanaan bagi BUMN, selain suntikan modal dari negara melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Menurutnya, BUMN harus bisa mandiri sekaligus menjadi pemain di pasar global.
Baca Juga: Kementerian BUMN Minta Relaksasi IPO BUMN, Begini Tanggapan OJK
Menurutnya, aksi IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) bagian dari penerapan good corporate governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik. Menurutnya akan terjadi keseimbangan dan kontrol (check and balance) antara pemerintah dan pemegang saham minoritas.
"Saya sangat mendorong yang namanya perusahaan BUMN ini membawa yang namanya GCG, nah salah satunya dengan go publik, dengan go publik itu kan jadi check and balance," ujar Erick Thohir kepada wartawan akhir pekan kemarin.
Baca Juga: Wamen BUMN: Kalau Semua BUMN IPO, Bisa Lebih dari Temasek
Melalui IPO, pemegang saham juga mampu menghasilkan BUMN sebagai korporasi yang baik, karena ada kontrol antara dari pemerintah dan investor. Penawaran umum perdana, lanjut Erick, tidak hanya mendorong financial investor, tetapi juga membantu pemerintah mendapatkan investor strategis.
"Supaya kita bisa terus meningkatkan value creation daripada BUMN tersebut," ungkap dia.
Erick mengaku pemerintah terus mendorong BUMN untuk go public agar perusahaan dapat mandiri dan terbuka, khususnya terkait dengan kinerja operasional dan keuangan perusahaan.
Pasar modal dipandang menjadi alternatif pendanaan bagi BUMN, selain suntikan modal dari negara melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Menurutnya, BUMN harus bisa mandiri sekaligus menjadi pemain di pasar global.
(akr)
Lihat Juga :