Sinergi Penyusunan Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Nasional Berbasis Sains
Senin, 17 Juli 2023 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Forum ini membahas kontribusi signifikan industri semen terhadap emisi global. Produksi semen yang bertanggung jawab atas sekitar 8% emisi CO2 global pada tahun 2019 menurut International Energy Agency (IEA), merupakan salah satu industri penghasil gas rumah kaca terbesar di seluruh dunia.
Menanggapi tantangan ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan Standar Industri Hijau untuk semen pada tahun 2018, dan industri semen diharapkan dapat mengurangi emisi sebesar 2,75 Mton CO2 hingga 3,25 Mton CO2 berdasarkan dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC).
Kementerian Perindustrian mendukung industri dalam membuat peta jalan penurunan emisi karbon untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
"Dunia usaha saat ini berinvestasi melalui Standar Industri Hijau dalam rangka mitigasi perubahan iklim sekaligus meningkatkan daya saing sebagai karakter industri yang sesungguhnya. Selain itu dapat menciptakan lapangan kerja hijau serta meningkatkan kualitas lingkungan dan keanekaragaman hayati," ujar Herman Supriadi.
"Kami berharap ke depannya akan ada standar semen performance-based dan insentif bagi industry semen agar industri dapat menyusun roadmap inisiatif dekarbonisasi jangka panjang, selaras dengan strategi dekarbonisasi asosiasi semen sehingga dapat berjalan beriringan dalam menurunkan CO2," ujar Oepoyo Prakoso.
Sejalan dengan upaya global untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050 dan komitmen Indonesia terhadap netralitas karbon pada tahun 2060, IBCSD secara aktif mempromosikan kepemimpinan dan tindakan kolektif di sektor bisnis menuju ekonomi rendah karbon melalui platformnya, yaitu Kadin NetZero Hub (KADIN NZH). KADIN NZH bertujuan untuk membantu perusahaan-perusahaan Indonesia dalam transisi mereka menuju emisi nol bersih.
"Industri tidak bisa stop untuk berkembang dalam perspektif keuangan dan produksi, tetapi kita juga harus menyadari bahwa dinamika iklim ini semakin terasa. Jika kita tidak mengikuti perkembangan, kita akan tertinggal," ujar Octavianus Bramantya.
Menanggapi tantangan ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan Standar Industri Hijau untuk semen pada tahun 2018, dan industri semen diharapkan dapat mengurangi emisi sebesar 2,75 Mton CO2 hingga 3,25 Mton CO2 berdasarkan dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC).
Kementerian Perindustrian mendukung industri dalam membuat peta jalan penurunan emisi karbon untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
"Dunia usaha saat ini berinvestasi melalui Standar Industri Hijau dalam rangka mitigasi perubahan iklim sekaligus meningkatkan daya saing sebagai karakter industri yang sesungguhnya. Selain itu dapat menciptakan lapangan kerja hijau serta meningkatkan kualitas lingkungan dan keanekaragaman hayati," ujar Herman Supriadi.
"Kami berharap ke depannya akan ada standar semen performance-based dan insentif bagi industry semen agar industri dapat menyusun roadmap inisiatif dekarbonisasi jangka panjang, selaras dengan strategi dekarbonisasi asosiasi semen sehingga dapat berjalan beriringan dalam menurunkan CO2," ujar Oepoyo Prakoso.
Sejalan dengan upaya global untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050 dan komitmen Indonesia terhadap netralitas karbon pada tahun 2060, IBCSD secara aktif mempromosikan kepemimpinan dan tindakan kolektif di sektor bisnis menuju ekonomi rendah karbon melalui platformnya, yaitu Kadin NetZero Hub (KADIN NZH). KADIN NZH bertujuan untuk membantu perusahaan-perusahaan Indonesia dalam transisi mereka menuju emisi nol bersih.
"Industri tidak bisa stop untuk berkembang dalam perspektif keuangan dan produksi, tetapi kita juga harus menyadari bahwa dinamika iklim ini semakin terasa. Jika kita tidak mengikuti perkembangan, kita akan tertinggal," ujar Octavianus Bramantya.
Lihat Juga :