Soal Bendungan Bener, Ganjar Utamakan Pendekatan Warga
Senin, 17 Juli 2023 - 22:33 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Ganjar menyebutkan bahwa seluruh tanah warga Desa Wadas yang terdampak Bendungan Bener tersebut juga sudah diukur oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). "Kalau mereka yang diukur dengan BPN semua sudah diukur 100 persen, maka saya senang sekali ketika kemudian mereka semuanya mau diukur, mau diukur itu buat saya sudah bagus," ungkapnya.
Ganjar mengatakan saat ini sedang melakukan pendekatan secara persuasif yaitu memenuhi permintaan warga.
"Kita lakukan pendekatan ke mereka. Apa yang mereka minta sebelum proyek ini selesai.'Pak Ganjar tolong talot saya diperbaiki, jalan saya diperbaiki, ibu-ibu dilatih UMKM, anak anak diberikan fasilitas' kita kasih semuanya dan itu yang bikin kita bisa berkomunikasi dengan nyaman dan mereka komunikasi dengan saya intens sekarang," jelasnya.
Baca Juga: Ganjar Ajak Generasi Muda Persiapkan Skill dan Knowledge, Dian Mirza: Growth Mindset Juga Perlu Dimiliki
Ganjar mengatakan memang terdapat overlap alias tumpang tindih terkait data tanah warga. Menurut dia hal itu disebabkan karena pada saat dilakukan pengukuran di awal, sebagian warga belum setuju sehingga tidak ikut menyaksikan. Ia pun berharap semuanya akan segera diselesaikan. "Ya sudah jalan semua sih sebenarnya. Kemarin itu yang problem utamanya sebenarnya yang overlap data tanah," jelasnya.
Ganjar mengatakan saat ini sedang melakukan pendekatan secara persuasif yaitu memenuhi permintaan warga.
"Kita lakukan pendekatan ke mereka. Apa yang mereka minta sebelum proyek ini selesai.'Pak Ganjar tolong talot saya diperbaiki, jalan saya diperbaiki, ibu-ibu dilatih UMKM, anak anak diberikan fasilitas' kita kasih semuanya dan itu yang bikin kita bisa berkomunikasi dengan nyaman dan mereka komunikasi dengan saya intens sekarang," jelasnya.
Baca Juga: Ganjar Ajak Generasi Muda Persiapkan Skill dan Knowledge, Dian Mirza: Growth Mindset Juga Perlu Dimiliki
Ganjar mengatakan memang terdapat overlap alias tumpang tindih terkait data tanah warga. Menurut dia hal itu disebabkan karena pada saat dilakukan pengukuran di awal, sebagian warga belum setuju sehingga tidak ikut menyaksikan. Ia pun berharap semuanya akan segera diselesaikan. "Ya sudah jalan semua sih sebenarnya. Kemarin itu yang problem utamanya sebenarnya yang overlap data tanah," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :