Mengantre Gabung BRICS, Upaya Negara-negara Afrika Melarikan Diri dari Pengaruh Barat?

Rabu, 19 Juli 2023 - 12:16 WIB
loading...
A A A
Ini disorot selama pertukaran di KTT untuk Pakta Keuangan Global Baru, yang diadakan di Paris pada bulan Juni, di mana para pemimpin dari Global South menyuarakan keprihatinan mereka.

"Beberapa orang takut ketika saya mengatakan bahwa kita perlu menciptakan mata uang baru untuk perdagangan ... Jadi ini adalah diskusi yang ada dalam agenda. Jika terserah saya, itu akan terjadi pada pertemuan BRICS ... kita perlu mendapatkan lebih banyak rekan Afrika untuk berpartisipasi," ucap Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva seperti dilansir South China Morning Post.

Terkait hal itu, Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa menjawab: "Presiden Lula, jangan khawatir, ketika kita mengadakan pertemuan BRICS (pada bulan Agustus), masalah mata uang menjadi agenda utama. Jadi, kita akan membahasnya."

Ramaphosa juga menambahkan, konsensus yang solid diperlukan pada reformasi arsitektur keuangan global.

"Dewan direksi lembaga multilateral Anda tidak terdiri dari direktur independen. Mereka sebagian besar adalah orang-orang internal atau pemegang saham. Itu sendiri merupakan reformasi penting," katanya tentang Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.

Ada seruan serupa dari para pemimpin Afrika lainnya seperti William Ruto dari Kenya dan Presiden Kongo-Brazzaville Denis Sassou Nguesso. Masalah mata uang BRICS dan penerimaan anggota baru ke blok tersebut akan menjadi agenda utama ketika Afrika Selatan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-15 bulan depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Rekomendasi
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Dokter Jantung Ungkap...
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
Berita Terkini
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Infografis
Negara NATO yang Halangi...
Negara NATO yang Halangi Kemenangan Israel dari Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved