Hadapi Dampak El Nino, Mentan Siapkan Strategi Pengairan di Daerah
Jum'at, 21 Juli 2023 - 11:15 WIB
loading...
Kementan terus antisipasi dampak El Nino terhadap pertanian. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta setiap daerah untuk memetakan wilayah-wilayah yang saat ini ketersediaan airnya menipis. Upaya itu dilakukan agar segera mendapatkan penanganan dari pemerintah untuk menghadapi ancaman El-Nino yang berdampak pada kekeringan.
Baca juga: Pasokan Beras Dipastikan Aman Hadapi El Nino, Mentan: 800.000 Hektare Siap Panen
Mentan menjelaskan El-Nino bisa berdampak buruk terhadap ketahanan pangan nasional. Sebab ketersediaan air yang tidak cukup akan berpotensi pada menurunnya produktivitas pertanian.
“Semua daerah harus memetakan mana daerah yang merah, kuning, dan hijau. Untuk daerah yang hijau yang airnya masih lebih dari cukup, harus kita dukung maksimal di situ. Daerah kuning, yang airnya cukup, akan kita intervensi melalui irigasi, mekanisasi, varietas unggul. Untuk daerah merah, pemerintah daerah dapat mendorong daerah ini menjadi lumbung - lumbung pangan,” kata Mentan SYL dalam keterangannya dikutip Jumat, (21/7/2023).
Menurut prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak El Nino akan terjadi di bulan Agustus-September 2023. Ancaman ini berintensitas lemah hingga moderat sehingga dikhawatirkan akan berdampak kepada ketersediaan air atau kekeringan dan produktivitas pangan. Untuk mengantisipasi ini, Mentan mengaku telah mempersiapkan 6 provinsi yang akan menjadi penyangga utama pasokan pangan nasional.
Baca juga: Pasokan Beras Dipastikan Aman Hadapi El Nino, Mentan: 800.000 Hektare Siap Panen
Mentan menjelaskan El-Nino bisa berdampak buruk terhadap ketahanan pangan nasional. Sebab ketersediaan air yang tidak cukup akan berpotensi pada menurunnya produktivitas pertanian.
“Semua daerah harus memetakan mana daerah yang merah, kuning, dan hijau. Untuk daerah yang hijau yang airnya masih lebih dari cukup, harus kita dukung maksimal di situ. Daerah kuning, yang airnya cukup, akan kita intervensi melalui irigasi, mekanisasi, varietas unggul. Untuk daerah merah, pemerintah daerah dapat mendorong daerah ini menjadi lumbung - lumbung pangan,” kata Mentan SYL dalam keterangannya dikutip Jumat, (21/7/2023).
Menurut prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak El Nino akan terjadi di bulan Agustus-September 2023. Ancaman ini berintensitas lemah hingga moderat sehingga dikhawatirkan akan berdampak kepada ketersediaan air atau kekeringan dan produktivitas pangan. Untuk mengantisipasi ini, Mentan mengaku telah mempersiapkan 6 provinsi yang akan menjadi penyangga utama pasokan pangan nasional.
Lihat Juga :