IHSG Pekan Depan Diprediksi Sideways, Intip Prospeknya
Minggu, 23 Juli 2023 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) juga bakal mengumumkan kebijakan bunga acuannya. Ratih menilai ada potensi kenaikan 25 bps menjadi 5,25-5,50%, sesuai dengan isyarat The Fed pada beberapa pertemuan sebelumnya.
"Pelaku pasar seharusnya telah merespon kebijakan tersebut karena The Fed sendiri dalam beberapa pertemuan terakhir masih menginginkan kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi kembali pada targetnya di level 2%," terangnya.
Baca Juga: Dikerek Transaksi Rp8,2 Triliun, IHSG Hari Ini Ditutup Naik ke 6.880
Pembacaan investor terhadap inflasi AS dan Eropa juga turut mempengaruhi market. Diketahui kedua wilayah tersebut mencatatkan tren penurunan inflasi, seperti AS di level 3 persen, dan Uni Eropa sebesar 5,5 persen.
"Terjaganya angka inflasi memberikan sinyal dovish dari Bank Sentral dan memberikan potensi pemulihan ekonomi," tandas Ratih.
"Pelaku pasar seharusnya telah merespon kebijakan tersebut karena The Fed sendiri dalam beberapa pertemuan terakhir masih menginginkan kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi kembali pada targetnya di level 2%," terangnya.
Baca Juga: Dikerek Transaksi Rp8,2 Triliun, IHSG Hari Ini Ditutup Naik ke 6.880
Pembacaan investor terhadap inflasi AS dan Eropa juga turut mempengaruhi market. Diketahui kedua wilayah tersebut mencatatkan tren penurunan inflasi, seperti AS di level 3 persen, dan Uni Eropa sebesar 5,5 persen.
"Terjaganya angka inflasi memberikan sinyal dovish dari Bank Sentral dan memberikan potensi pemulihan ekonomi," tandas Ratih.
(nng)
Lihat Juga :