Barang Impor di Bawah Rp1,5 Juta Bakal Dilarang Dijual di RI, Yerry Tawalujan: Bagus untuk Lindungi UMKM Lokal
Kamis, 27 Juli 2023 - 17:48 WIB
loading...
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial Yerry Tawalujan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial Yerry Tawalujan menilai, rencana pemerintah yang akan melarang penjualan produk impor yang harganya di bawah Rp1,5 juta atau setara USD100 adalah langkah yang baik untuk melindungi UMKM lokal.
Baca juga: Bacaleg Partai Perindo Sebut Kesadaran Masyarakat Flores Berpolitik Sangat Tinggi
"Partai Perindo mendukung rencana pemerintah, itu adalah bentuk perlindungan untuk produk UMKM lokal. Barang di bawah Rp1,5 juta tentu dapat dibuat sendiri di dalam negeri tanpa harus impor. Kebijakan ini juga bagus supaya Indonesia tidak hanya menjadi pasar global saja," jelas Yerry saat dihubungi wartawan, Kamis (27/7/2023).
Di sisi lain, lanjut Yerry, pemerintah perlu mendorong terjadinya peningkatan mutu produk lokal dan pada saat yang sama menurunkan harga jualnya. Sebab, kata Yerry, ada kecenderungan masyarakat sudah sangat bergantung pada barang impor murah yang diperdagangkan kembali oleh pedagang lokal lewat e-commerce dan media sosial seperti TikTok.
"Saat ini telah terjadi pergeseran dalam hal kansumsi barang impor. Dulu yang diimpor itu barang mewah dan mahal. Sekarang sandal jepit dan serbet makan pun impor dari China dan dijual lebih murah lewat aplikasi e-commerce," ungkap Yerry.
Baca juga: Bacaleg Partai Perindo Sebut Kesadaran Masyarakat Flores Berpolitik Sangat Tinggi
"Partai Perindo mendukung rencana pemerintah, itu adalah bentuk perlindungan untuk produk UMKM lokal. Barang di bawah Rp1,5 juta tentu dapat dibuat sendiri di dalam negeri tanpa harus impor. Kebijakan ini juga bagus supaya Indonesia tidak hanya menjadi pasar global saja," jelas Yerry saat dihubungi wartawan, Kamis (27/7/2023).
Di sisi lain, lanjut Yerry, pemerintah perlu mendorong terjadinya peningkatan mutu produk lokal dan pada saat yang sama menurunkan harga jualnya. Sebab, kata Yerry, ada kecenderungan masyarakat sudah sangat bergantung pada barang impor murah yang diperdagangkan kembali oleh pedagang lokal lewat e-commerce dan media sosial seperti TikTok.
"Saat ini telah terjadi pergeseran dalam hal kansumsi barang impor. Dulu yang diimpor itu barang mewah dan mahal. Sekarang sandal jepit dan serbet makan pun impor dari China dan dijual lebih murah lewat aplikasi e-commerce," ungkap Yerry.
Lihat Juga :