IHSG Hari Ini Lanjutkan Penurunan, Dibuka Melemah ke 6.175
Selasa, 28 Juli 2026 - 09:38 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (28/7/2026) dibuka melemah. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (28/7/2026) dibuka melemah 0,17% ke level 6.175. Semenit berjalan, IHSG berbalik arah menguat dengan naik 0,19 persen ke 6.197, dengan 259 saham di zona hijau, 171 melemah, dan 535 lainnya stagnan. Transaksi awal menyentuh Rp340 miliar, dengan volume 810 juta lembar saham.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Jatuh ke 6.185 di Tengah Mundurnya Bos BI
Indeks LQ45 menguat 0,01% ke 612, indeks JII menguat 0,11% ke 370, indeks MNC36 menguat 0,01% ke 267, dan IDX30 menguat 0,06% ke 345. Untuk indeks sektoral mayoritas berada di zona hijau seperti energi, konsumer non siklikal, keuangan, transportasi, properti, industri, teknologi. Sedangkan yang melemah hanya sektor konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, kesehatan.
Baca Juga: Efek Gubernur BI Mundur, Rupiah Melemah ke Rp17.972 per Dolar AS
Tiga saham yang memimpin top gainers antara lain Indo Premier Investment Management, PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA).
Sedangkan top losersnya dihuni oleh PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA), PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO), dan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA).
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Jatuh ke 6.185 di Tengah Mundurnya Bos BI
Indeks LQ45 menguat 0,01% ke 612, indeks JII menguat 0,11% ke 370, indeks MNC36 menguat 0,01% ke 267, dan IDX30 menguat 0,06% ke 345. Untuk indeks sektoral mayoritas berada di zona hijau seperti energi, konsumer non siklikal, keuangan, transportasi, properti, industri, teknologi. Sedangkan yang melemah hanya sektor konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, kesehatan.
Baca Juga: Efek Gubernur BI Mundur, Rupiah Melemah ke Rp17.972 per Dolar AS
Tiga saham yang memimpin top gainers antara lain Indo Premier Investment Management, PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA).
Sedangkan top losersnya dihuni oleh PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA), PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO), dan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA).
(nng)
Lihat Juga :