Bangun Bangsa lewat SDM Unggul, Menko PMK Ungkap Peran Penting Lembaga Pendidikan Keagamaan

Minggu, 30 Juli 2023 - 09:15 WIB
loading...
Bangun Bangsa lewat...
Menko PMK, Muhadjir Effendy menerangkan, lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki basis ketuhanan dan penanaman karakter yang kuat akan menciptakan SDM yang unggul, bermoral, dan berakhlak mulia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK ) Muhadjir Effendy mengatakan, peran lembaga pendidikan keagamaan sangat penting untuk pembangunan Bangsa Indonesia. Dia menerangkan, lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki basis ketuhanan dan penanaman karakter yang kuat akan menciptakan SDM yang unggul , bermoral, dan berakhlak mulia.

Baca Juga: Kebangkitan SDM Unggul Pascapandemi

Hal itu disampaikannya saat membuka Konferensi Nasional Gereja dan Pendidikan 2023, "Kolaborasi Menuju Transformasi Sekolah Kristen", yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Kristen Indonesia, di BPK Penabur Internasional School Kelapa Gading, Jakarta, pada Selasa (25/7/2023).

"Yang paling penting, sekolah berbasis agama apapun agamanya sangat dibutuhkan untuk pembangunan bangsa masa depan. Karena pasti lembaga pendidikan keagamaan itu pasti mengutamakan pendidikan karakter yang mutlak dilakukan lebih dahulu dari bahan pembelajaran lain," ujarnya.

Baca Juga: Kebijakan Jokowi Percepat Pengembangan SDM Unggul

Muhadjir menyampaikan, lembaga pendidikan keagamaan dengan pendidikan karakter adalah konteks yang penting untuk mengatasi tantangan krisis moral yang melanda masyarakat dunia termasuk di Indonesia saat ini. Untuk itu, Muhadjir mengatakan, pemerintah mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan agar menghasilkan peserta didik yang berkarakter dan beriman.

"Arah kebijakan pemerintah adalah mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, salah satunya Pendidikan Kristen agar dapat menghasilkan peserta didik yang berkarakter dan beriman," jelasnya.

Menko Muhadjir menyampaikan, dukungan pemerintah terhadap sekolah keagamaan swasta dengan sekolah yang dikelola pemerintah tidak membeda-bedakan. Keduanya sama mendapatkan bantuan operasional sekolah dari pemeirntah, juga mendapatkan bantuan berupa pembangunan sarana prasarana bila membutuhkan.

Kemudian, dalam hal kurikulum, pemerintah juga tidak membatasi. Masing-masing lembaga pendidikan keagamaan boleh mengembangkan dan merancang kurikulum sesuai kekhasannya, sepanjang kurikulum inti masih dilakukan.

"Dengan bantuan dan dukungan para pelaku pendidikan yaitu dari pihak pemerintah, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat, harapannya para peserta didik dapat mengimplementasikan hasil pendidikan karakter yang efektif dan bermanfaat bagi bangsa dan sesama umat beragama," ujar Menko PMK.

Muhadjir mengatakan, penanaman karakter dalam lembaga pendidikan keagamaan merupakan wujud dari penerapan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam arti, menjunjung tinggi dan menempatkan ketuhanan dalam setiap aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan.

"Masyarakat Indonesia harus selalu bersandar pada sila pertama kita melayani tuhan dalam semua sektor, sektor pendidikan, sosial, ekonomi, politik, bahwa kita melayani Tuhan di semua sektor itu," ucapnya.

Menko PMK juga memberikan apresiasi atas kontribusi dari Majelis Pendidikan Kristen Indonesia yang telah membentuk lembaga pendidikan agama Kristen yang berkualitas baik, dan menghasilkan banyak SDM unggul.

Saya mengapresiasi sangat tinggi selama ini Majelis Pendidikan Kristen telah memberikan kontribusi besar pada pembangunan bangsa. Sudah 73 tahun berkiprah. Banyak sekali lembaga pendidikan yang unggul di bawah Majelis Pendidikan Kristen ini," ujar Menko Muhadjir.

Dalam kesempatan itu hadir Menteri Perdagangan RI periode 2016-2019 sekaligus Ketua Alumni Penabur Enggartiasto Lukita; Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat KemendikbudristekMuhammad Adlin Sila; Anggota DPD RI Abraham Liyanto; Dirjen Bimas Kristen Kemenag Jane Marie Tulung; Ketua Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Handi Irawan.

Lalu ada juga Ketua Umum BPK Penabur Adri Lazuardi; Rektor Universitas Pelita Harapan Jonathan L. Parapak; Sekretaris Umum MPK Jopie Rory; Pimpinan Sinode Gereja Indonesia; Pimpinan dan Pengurus Yayasan Pendidikan Kristen; Rektor Perguruan Tinggi dan Sekolah Tinggi Teologi se-Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Program Pendidikan Kesetaraan...
Program Pendidikan Kesetaraan MHU Cetak Ratusan Tenaga Kerja
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Rekomendasi
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Berita Terkini
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved