Ingin Bisnis Properti Tetap Jalan Saat Pandemi, Ikuti Lima Langkah Ini
Rabu, 29 Juli 2020 - 02:38 WIB
loading...
Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Ikang Fawzi menceritakan beberapa strategi yang harus dilakukan agar bisnis properti tetap berjalan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pengusaha properti dapat dikatakan ikut terdampak dengan adanya pandemi virus corona atau Covid-19 yang ada di wilayah Indonesia. Pasalnya, akibat kebijakan perbatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat aktivitas pergerakan masyarakat terbatasi.
Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Ikang Fawzi menceritakan beberapa strategi yang harus dilakukan agar bisnis properti tetap berjalan. Salah satunya adalah pemangkasan sumber daya manusia (SDM).
(Baca Juga: Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras )
"Kita lakukan efisiensi sumber daya, itu pasti akan kita lakukan. Dalam kondisi seperti ini justru melatih diri kita untuk mempunyai nilai tambah, lebih bisa berdaya guna. Jadi 1 orang bisa memiliki kemampuan untuk mekerjakan 3 orang. Kondisi ini harus kita perbaiki," kata Ikang dalam diskusi virtual, Selasa (28/7).
Dia menambahkan, jurus yang kedua adalah dengan cara memperhatikan keuangan perusahaan secara terperinci. Sehingga, uang yang dikeluarkan harus menghasilkan pemasukan untuk kas perusahaaan.
Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Ikang Fawzi menceritakan beberapa strategi yang harus dilakukan agar bisnis properti tetap berjalan. Salah satunya adalah pemangkasan sumber daya manusia (SDM).
(Baca Juga: Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras )
"Kita lakukan efisiensi sumber daya, itu pasti akan kita lakukan. Dalam kondisi seperti ini justru melatih diri kita untuk mempunyai nilai tambah, lebih bisa berdaya guna. Jadi 1 orang bisa memiliki kemampuan untuk mekerjakan 3 orang. Kondisi ini harus kita perbaiki," kata Ikang dalam diskusi virtual, Selasa (28/7).
Dia menambahkan, jurus yang kedua adalah dengan cara memperhatikan keuangan perusahaan secara terperinci. Sehingga, uang yang dikeluarkan harus menghasilkan pemasukan untuk kas perusahaaan.
Lihat Juga :