Miliki Full Bank License, Bisnis BNI KCLN Singapura Makin Optimal

Rabu, 29 Juli 2020 - 12:33 WIB
loading...
Miliki Full Bank License,...
BNI KCLN Singapura menjadi salah satu dari 20 bank internasional yang berstatus Full Bank License di Singapura. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Posisi Singapura sebagai financial hub ekonomi dunia punya arti penting bagi ekonomi semua negara terutama negara di kawasan Asia Tenggara. Tidak heran, banyak bank asing memiliki cabang di negeri singa itu.

Indonesia patut berbangga karena BNI Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) Singapura menjadi salah satu dari 20 bank internasional yang berstatus Full Bank License.

Pgs Pemimpin Cabang BNI Singapura Irwan Febryansyah mengungkapkan, terdapat lebih dari 100 bank di Singapura saat ini. Sebagai bank berstatus full bank license, BNI KCLN Cabang Singapura boleh melakukan hampir semua transaksi perbankan, sama dengan bank-bank besar internasional lainnya, seperti bisa membuka tabungan local (baik rekening individual maupun korporat), bisa menerima transaksi cek, clearing, pengiriman uang, jasa kustodian, dan pemberian pembiayaan atau kredit.

“Lisensi full bank itu hanya satu level di bawah local bank yang merupakan lisensi tertinggi yang diberikan Monetary Authority of Singapore (MAS). BNI menjadi satu-satunya bank dari Indonesia yang memiliki lisensi tersebut di Singapura,” ujar Irwan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2020).

Selain kantor cabang utama yang berlokasi di Kawasan Central Business District (CBD) tepatnya di Cecil Street, BNI KCLN Singapura membuka dua cabang lainnya yang berstatus lisensi limited propose Branch (LPB). Keduanya berlokasi di tempat yang strategis yakni di Lucky Plaza (Orchard Road) dan City Plaza. “Bisnis kami makin berkembang, terutama pada pembiayaan (kredit) dan pengiriman uang,” paparnya.

(Baca Juga: Pekerja Migran Indonesia di Hongkong Lebih Berani, BNI Jaring Lewat Agen Digital)

Bicara aset, lanjut dia, saat ini lebih dari 60% dari total aset BNI KCLN Singapura adalah pembiayaan. “Pertumbuhan loan yang prudent itu yang kami coba pertahankan, terutama di masa pandemi ini,” jelasnya.

BNI KCLN Singapura, lanjutnya, fokus pada bidang ekspor impor dengan menjembatani bisnis Indonesia dan internasional, misinya adalah membawa Indonesia ke pasar internasional. Salah satu target pembiayaan di Singapura adalah Trading Company terutama yang melakukan transaksi ekspor impor dengan Indonesia. Skema pembiayaan yang menjadi andalan BNI KCLN Singapura adalah skema pembiayaan Trade (Trade Facility) dan Supply Chain Financing (SCF).

Diantara Trading Company di Singapura yang memanfaatkan skema SCF ini adalah Golden Profit Trading, Pte,Ltd. Melalui skema SCF, Trading Company dipertemukan dengan jaringan nasabah BNI didalam negeri yang sangat luas. Melalui skema ini Trading Companies mendapatkan kepastian pembayaran yang lebih sehingga diharapkan dapat meningkatkan volume transaksi ekspor-impor dengan perusahaan Indonesia.
Selain itu, skema pembiayaan Trade (Trade Facility) juga merupakan skema pembiayaan yang banyak diminati oleh perusahaan-perusahaan di Singapura dalam melakukan transaksi impor barang dari Indonesia. Pine Energy Pte Ltd merupakan salah satu contoh Trading Companies di Singapura yang telah memanfaatkan fasilitas Letter of Credit (L/C) Import oleh BNI KCLN Singapura.

Besarnya transaksi remitansi di BNI KCLN Singapura, menurut Irwan, didominasi oleh Pekerja migran Indonesia (PMI) di Singapura yang saat ini jumlahnya lebih dari 200 ribu orang. Ditambah lagi dengan pekerja non PMI seperti pelaut yang bekerja untuk perusahaan perdagangan atau kapal pesiar, pelajar, dan pekerja sektor formal.

Kontribusi transaksi remitansi lainnya adalah dari turis Indonesia, baik yang berwisata maupun berobat. “Nilai transaksi harian pada ketiga cabang per hari bisa mencapai lebih dari 1.000 transaksi, dengan transaksi terbanyak di Lucky Plaza dan City Plaza,” jelasnya.

BNI KCLN Singapura merupakan kantor cabang pertama dan tertua. BNI KCLN Singapura merupakan kantor cabang luar negeri pertama BNI yang berdiri di tahun 1955 saat Singapura masih belum merdeka. “BNI KCLN Singapura memang unik ya, selain paling dekat, kita disini berdiri sejak tahun 1955, sementara Singapura merdeka tahun 1965, Singapura masih merupakan bagian dari Malaysia,” jelasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNI Sepakat Bagikan...
BNI Sepakat Bagikan Dividen Rp13,95 Triliun, Setara Rp374 per Saham
Putrama Wahju Setyawan...
Putrama Wahju Setyawan Resmi Ditunjuk Jadi Dirut BNI, Alexandra Askandar Wadirut
Makin Global, BNI Luncurkan...
Makin Global, BNI Luncurkan Wealth Management di Singapura
BNI Ubah Jam Operasional...
BNI Ubah Jam Operasional Selama Bulan Ramadan
Permudah Transaksi UMKM,...
Permudah Transaksi UMKM, hibank Luncurkan Aplikasi hi by hibank
Payroll BNI Melonjak...
Payroll BNI Melonjak 12,9%, Topang Pencapaian Dana Murah di 2024
Wondr by BNI Kirim Laporan...
Wondr by BNI Kirim Laporan Transaksi Finansial ke Pengguna, Ini Manfaatnya
BNI Siapkan Rp19,74...
BNI Siapkan Rp19,74 Triliun Uang Tunai pada Periode Nataru
BNI Jadi Bank Terbaik...
BNI Jadi Bank Terbaik Pasar Uang Rupiah hingga Pembiayaan Inklusif
Rekomendasi
Dangdut 24 Karat: Persembahan...
Dangdut 24 Karat: Persembahan Spesial MNCTV untuk Pencinta Dangdut, Tayang 17 April 21.30 WIB
Drama Korea Weak Hero...
Drama Korea Weak Hero Class 1 2022 Jadi Viral, Posisi Pertama di Netflix
Wartawati Diduga Dibunuh...
Wartawati Diduga Dibunuh Oknum TNI AL, Kapuspen: Kalau Terbukti Hukum Seberat-beratnya
Berita Terkini
Ini Para Perwira Pertamina...
Ini Para Perwira Pertamina Penjaga Ketahanan Energi saat Libur Lebaran
2 jam yang lalu
BRI Peduli Bangun PLTMH...
BRI Peduli Bangun PLTMH untuk Pemberdayaan Desa BRILiaN Jatihurip
2 jam yang lalu
Kepala Daerah Apresiasi...
Kepala Daerah Apresiasi Kontribusi PetroChina Dorong Ekonomi Jambi
2 jam yang lalu
Ray Dalio Warning Lonjakan...
Ray Dalio Warning Lonjakan Utang AS, Ingatkan Soal Negara Bisa Bangkrut
3 jam yang lalu
Kinerja 2024 Positif,...
Kinerja 2024 Positif, PGN Cetak Laba Bersih Rp5,4 Triliun
3 jam yang lalu
Kunjungi Pangkalan di...
Kunjungi Pangkalan di Kota Bandung, Wamen BUMN Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman
4 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved