Uji Klinis Vaksin Asal China Dimulai 6 Agustus 2020, 25 Orang Disuntik Per Hari
Rabu, 29 Juli 2020 - 14:11 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi bisa mencegah penyakit ini, tapi ada kekurangannya. Suntikannya enggak bisa sekali, minimal dua kali. Nantinya setelah disuntikkan dua kali, (baru) enam bulan kemudian kita ambil darahnya, kita lihat apakah kadarnya itu bagus atau tidak,” ujarnya.
(Baca Juga: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Made in China Digelar di 6 Tempat di Bandung )
Dia menyebut, secara umum yang bisa mengikuti uji klinis itu ialah orang yang sehat dengan rentang usia antara 18 hingga 59 tahun. Kemudian, seseorang dinyatakan sehat atau tidak itu melalui pemeriksaan dari tim dokter yang ada di lokasi.
"Orang yang sehat umur 18-59 tahun, yang penting sehat. Tapi itu diperiksa dulu sama dokter sehat atau enggaknya. Kalau sehat boleh ikut," ujarnya.
Sebagai informasi, PT Bio Farma menerima pasokan vaksin dari Sinovac sebanyak 2.400 vaksin. Nantinya, pengujian vaksin ini dilakukan ke 1.620 subjek dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu. Kemudian, sisanya akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab lain di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN).
(Baca Juga: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Made in China Digelar di 6 Tempat di Bandung )
Dia menyebut, secara umum yang bisa mengikuti uji klinis itu ialah orang yang sehat dengan rentang usia antara 18 hingga 59 tahun. Kemudian, seseorang dinyatakan sehat atau tidak itu melalui pemeriksaan dari tim dokter yang ada di lokasi.
"Orang yang sehat umur 18-59 tahun, yang penting sehat. Tapi itu diperiksa dulu sama dokter sehat atau enggaknya. Kalau sehat boleh ikut," ujarnya.
Sebagai informasi, PT Bio Farma menerima pasokan vaksin dari Sinovac sebanyak 2.400 vaksin. Nantinya, pengujian vaksin ini dilakukan ke 1.620 subjek dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu. Kemudian, sisanya akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab lain di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN).
(akr)
Lihat Juga :