Jelang Rilis Data Resmi, Ekonom Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 5,09% di Triwulan II-2023

Senin, 07 Agustus 2023 - 09:17 WIB
loading...
Jelang Rilis Data Resmi,...
Menjelang rilis data resmi pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2023, Ekonom memperkirakan, PDB RI akan terus tumbuh positif di atas 5%. Foto/Dok Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menjelang rilis data resmi pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2023, Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia, Teuku Riefky memperkirakan, Produk Domestik Bruto (PDB) RI akan terus tumbuh positif di atas 5%. Sebelumnya, ekonomi RI tercatat tumbuh 5,03% (yoy) di triwulan-I 2023.

"Kami memproyeksikan pertumbuhan PDB sebesar 5,09% (yoy) di triwulan-II 2023 dan 4,9% - 5,0% untuk tahun fiskal 2023," ujar Riefky di Jakarta, dikutip Senin (7/8/2023).

Baca Juga: Konsumsi Domestik Jadi Kunci, Sri Mulyani Optimistis Ekonomi RI 2023 Tumbuh 5,3%

Hal ini menunjukkan perekonomian Indonesia tidak hanya mampu menjaga tren pertumbuhan 5%, namun juga mampu tumbuh di atas ekspektasi selama enam triwulan terakhir.

"Sebagai sektor terbesar di perekonomian dengan kontribusi mencapai seperlima, manufaktur terus tumbuh di bawah tingkat pertumbuhan nasional sejak 2012, mengindikasikan adanya potensi deindustrialisasi prematur," ungkap Riefky.

Baca Juga: Inflasi Juli 2023 Naik Jadi 0,21%, BPS Ungkap Penyebabnya

Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen mencatat pertumbuhan positif, termasuk belanja pemerintah yang mengalami kontraksi selama empat triwulan berturut-turut di tahun 2022.

"Konsumsi rumah tangga, dengan besaran lebih dari separuh perekonomian Indonesia, tumbuh 4,54% (yoy) di triwulan-I 2023, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya," sambung Riefky.

Dia mencatat, hanya saja pertumbuhan investasi melambat di Triwulan-I 2023 dengan pertumbuhan hanya 2,11% (yoy), menurun dari 3,33% (yoy) di triwulan sebelumnya.

"Perbankan domestik menunjukkan indikator yang relatif kuat ditopang oleh likuiditas yang cukup memadai dan kualitas aset yang baik. Pada April 2023, rasio NPL masih stabil di level 2,53%," tambah Riefky.

Di Juli 2023, inflasi tercatat sebesar 3,08% (yoy), turun ke level terendahnya dalam 16 bulan terakhir seiring dengan tekanan inflasi yang surut lebih cepat dari yang diperkirakan.

"Surplus neraca perdagangan terus menurun sejak tahun lalu dan sekarang hanya tercatat sebesar USD7,8 miliar di triwulan-II 2023 akibat normalisasi harga komoditas global," ungkapnya.

Selain surplus perdagangan, performa Rupiah juga dipengaruhi oleh kondisi pasar keuangan.

"Untungnya, pasar keuangan Indonesia melanjutkan tren perbaikan di triwulan-II 2023 didukung oleh kuatnya permintaan terhadap surat utang Indonesia seiring selisih imbal hasil antara surat utang pemerintah Indonesia dan AS masih relatif atraktif menyusul mulai berkurangnya agresivitas pengetatan suku bunga acuan oleh the Fed," ucap Riefky.

Lebih lanjut, tingkat cadangan devisa Indonesia saat ini masih cukup untuk mendukung ketahanan eksternal seiring jumlahnya yang mencapai setara 6,1 bulan impor dan beban pembayaran utang luar negeri.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Rekomendasi
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Berita Terkini
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Infografis
Enea Bastianini Resmi...
Enea Bastianini Resmi Gabung Ducati Lenovo di MotoGP 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved