PGN LNG: Infrastruktur Terintegrasi Jamin Pasokan Gas di Jawa Bagian Barat
Senin, 07 Agustus 2023 - 17:10 WIB
loading...
PGN LNG mengoperasikan FSRU Lampung sebagai infrastruktur gas bumi terintegrasi untuk memasok gas ke area Jakarta dan Jawa Barat. Foto/Dok. PGN LNG
A
A
A
JAKARTA - PT PGN LNG mengoperasikan Fasilitas Terminal LNG Terapung /Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) di Lampung sebagai infrastruktur gas bumi terintegrasi untuk memasok gas ke area Jakarta dan Jawa Bagian Barat. FSRU Lampung terhubung dengan pipa bawah laut berdiameter 24-inch sejauh 21 Km ke Onshore Receiving Facility (ORF) di Lampung.
ORF secara sistem terhubung dengan jaringan transmisi SSWJ (South Sumatera-West Java) di stasiun Labuhan Maringgai serta offtake station Lampung. Gas hasil regasifikasi LNG di FSRU Lampung dapat disalurkan ke distribusi Jawa Bagian Barat dan area Lampung.
Baca Juga: Taktik Perang AS Gagal dalam Perang Ukraina Lawan Rusia, Ini Sebabnya
“Dengan sistem integrasi infrastruktur, penyaluran gas dari fasilitas terminal LNG Lampung kepada pelanggan bisa dilakukan untuk konsumen di dalam jaringan distribusi yang terintegrasi dengan jaringan transmisi SSWJ atau yang terhubung langsung dengan fasilitas ORF,” jelas Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Harry Budi Sidharta dalam keterangannya, Senin (7/8/2023).
Dia mengatakan, penyerapan gas saat ini cukup tinggi 500 sampai 550 BBTUD dan banyak dipakai oleh industri maupun komersial sebagai penggerak ekonomi, sehingga FSRU mempunyai peran penting. Fasilitas regasifikasi dibutuhkan untuk menciptakan security supply meliputi flexibility, supply reliability, dan supply continuity.
“FSRU Lampung berkontribusi terhadap kehandalan dan kontinuitas pasokan. Fasilitas regasifikasi juga berfungsi sebagai supply point, apabila terjadi lonjakan permintaan gas atau jika terjadi penurunan sumber pasokan gas pipa dalam jangka pendek maupun panjang,” imbuhnya.
Baca Juga: Transisi Energi, PHE Didorong Tingkatkan Produksi Gas
ORF secara sistem terhubung dengan jaringan transmisi SSWJ (South Sumatera-West Java) di stasiun Labuhan Maringgai serta offtake station Lampung. Gas hasil regasifikasi LNG di FSRU Lampung dapat disalurkan ke distribusi Jawa Bagian Barat dan area Lampung.
Baca Juga: Taktik Perang AS Gagal dalam Perang Ukraina Lawan Rusia, Ini Sebabnya
“Dengan sistem integrasi infrastruktur, penyaluran gas dari fasilitas terminal LNG Lampung kepada pelanggan bisa dilakukan untuk konsumen di dalam jaringan distribusi yang terintegrasi dengan jaringan transmisi SSWJ atau yang terhubung langsung dengan fasilitas ORF,” jelas Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Harry Budi Sidharta dalam keterangannya, Senin (7/8/2023).
Dia mengatakan, penyerapan gas saat ini cukup tinggi 500 sampai 550 BBTUD dan banyak dipakai oleh industri maupun komersial sebagai penggerak ekonomi, sehingga FSRU mempunyai peran penting. Fasilitas regasifikasi dibutuhkan untuk menciptakan security supply meliputi flexibility, supply reliability, dan supply continuity.
“FSRU Lampung berkontribusi terhadap kehandalan dan kontinuitas pasokan. Fasilitas regasifikasi juga berfungsi sebagai supply point, apabila terjadi lonjakan permintaan gas atau jika terjadi penurunan sumber pasokan gas pipa dalam jangka pendek maupun panjang,” imbuhnya.
Baca Juga: Transisi Energi, PHE Didorong Tingkatkan Produksi Gas
Lihat Juga :