Langkah Menuju Ekspansi Pasar Baru di Jepang dan Asia

Senin, 07 Agustus 2023 - 21:00 WIB
loading...
Langkah Menuju Ekspansi...
PT Likuid Pharmalab Indonesia terus berupaya melakukan ekspansi. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT Likuid Pharmalab Indonesia sebagai perusahaan manufaktur alat kesehatan mengembangkan kerja sama bilateral dengan industri alat kesehatan Jepang untuk menciptakan produk-produk yang bermutu tinggi, sehingga lebih optimistis untuk ekspansi pasar baru di Jepang dan pasar Asia. Acara business matching tersebut satu rangkaian dalam event CEO Business Meeting yang dilaksanakan di Tokyo Jepang 1-3 Agustus 2023.

Baca juga: Pentingnya Membangun Pemahaman Kerjasama Bilateral Indonesia-China

PT Likuid Pharmalab Indonesia saat ini merupakan manufacture alat kesehatan seperti antiseptik, desinfectan dan bahan medis habis pakai. Menurut CEO PT Likuid Pharmalab Indonesia Bayu Setiadi, kerja sama bilateral ini tepat untuk untuk menaikkan level inovasi produk karena mendapat apresiasi dari Kemenkes RI, Kemekop dan UKM, serta Kementerian Kesehatan Jepang agar menciptakan produk yang berkualitas, inovatif, dan ekonomis.

Bersama sejumlah CEO dari berbagai industri di Indonesia, CEO PT Lukuid Pharmalab Indonesia Apt. Bayu Setiadi, S. Farm datang atas undangan khusus Kementerian Perdagangan Jepang bersama dengan beberapa CEO dari Indonesia.

Acara CEO Business Meeting di Jepang tersebut dihadiri para CEO dari berbagai industri di Jepang dan Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kerja sama dan kolaborasi yang saling menguntungkan demi pertumbuhan bisnis dan ekonomi di masing-masing negara.

Sebagai produsen alat kesehatan, masker dan antiseptik berkualitas tinggi yang punya nilai tingkat kandungan dalam negeri cukup tinggi, Pharmalab Indonesia melihat event CEO Business Meeting ini sebagai sarana unuk mengakses pasar Asia secara lebih intensif dan meningkatkan presensi dan aksi menaikkan nilai ekspor ke pasar global.

Bayu Setiadi melihat kesempatan ini titik tolak awal membuka potensi dan peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Jepang yang mempunyai skill dan keahlian serta inovasi-inovasi terkini dalam bidang kesehatan, seperti produk dan peralatan kesehatan.

“Kami sangat antusias dengan event CEO Business Meeting tersebut, terkait peluang kolaborasi dan potensi kerja sama yang terbuka dan menarik, selain untuk memperluas jangkauan produk kami di market Asia dan meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan bagi pelanggan setia, juga akses pasar global yang cukup menantang untuk diseriusi,” ujar Bayu, dalam keterangannya, Senin (7/8/2023).

Selain itu, Bayu Setiadi juga akan membicarakan perkembangan mutakhir dalam industri kesehatan yang kini cukup sensitif dengan ancaman perubahan iklim, pandemic Covid-19, dan isu-isu sensitif lainnya.

Acara pertemuan antar CEO dari kedua negara tersebut menuruttnya tepat untuk sarana bertukar ide, wawasan, dan informasi terkait ancaman kesehatan, pemanasan global serta perubahan iklum yang membuat banyak munculnya isu kesehatan yang patut diwaspadai bersama dengan sesama pemimpin bisnis, mencari peluang baru, dan memperdalam hubungan bisnis dengan mitra Jepang.

Baca juga: Ingat Meriam Bellina Bintang Catatan si Boy? Begini Kehidupannya Sekarang

"Hadir di CEO Business Meeting 2023 ini, kami mampu mengeksplorasi peluang dan membuka akses pasar produk-produk kesehatan Indonesia untuk dipasarkan di Jepang dan untuk menggabungkan inovasi teknologi perusahaan alkes dan produk kesehatan Jepang untuk dikembangkan di Indonesia," tandas Bayu.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Pertumbuhan Industri...
Pertumbuhan Industri dan Kontraksi Listrik Dinilai Masih Rasional
Krisis Nafta Landa Jepang,...
Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh
Indonesia-Korsel Garap...
Indonesia-Korsel Garap Kerja Sama Migas, Incar Sumber Daya di Laut Lepas
Terjepit Dua Tekanan...
Terjepit Dua Tekanan Besar, Industri Manufaktur Indonesia Mendekati Batas Stagnasi
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Rekomendasi
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Berita Terkini
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved