Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh

Rabu, 15 April 2026 - 20:55 WIB
loading...
Krisis Nafta Landa Jepang,...
Sebuah kapal tanker kecil melintas di dekat kilang minyak, di Kawasan Industri Keihin di Kawasaki, selatan Tokyo, Jepang, 17 Maret 2026. FOTO/Reuters
A A A
TOKYO - Gangguan pasokan bahan baku berbasis nafta mulai menekan sektor industri Jepang, memaksa sejumlah perusahaan memangkas produksi hingga menghentikan pesanan. Kondisi ini terjadi di tengah ketidaksesuaian antara klaim ketersediaan stok oleh pemerintah dan realitas distribusi di lapangan.

"Selama sepekan terakhir, lebih dari selusin perusahaan melaporkan gangguan pengiriman atau kenaikan harga akibat sulitnya memperoleh bahan berbasis nafta," ujar pelaku pasar seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Industri Manufaktur RI Kena Pukulan Ganda, Terhimpit Krisis Gas hingga Konflik Timur Tengah

Tekanan pasokan tersebut berdampak luas pada berbagai sektor, mulai dari konstruksi hingga manufaktur. Perusahaan besar seperti Toto dan Asahi Kasei dilaporkan mengalami hambatan distribusi bahan penting khususnya perekat berbasis nafta yang krusial dalam proses produksi.

Produsen cat Kansai Paint juga menyesuaikan jadwal pengiriman dan menaikkan harga produk akibat keterbatasan thinner, turunan nafta yang penggunaannya diatur ketat karena tergolong bahan berbahaya.



Survei Japan Painting Contractors Association menunjukkan hanya 2,7% perusahaan yang dapat memperoleh thinner seperti biasa. Angka ini mencerminkan tekanan serius pada rantai pasok industri kimia Jepang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Detail Jenis BBM B50...
Detail Jenis BBM B50 yang Bakal Tersedia di Seluruh SPBU Indonesia
Transisi Energi, Prabowo...
Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
Rekomendasi
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved