Sinergi Jaminan Kesehatan Nasional dan Asuransi Bakal Ciptakan Layanan Berkualitas

Selasa, 08 Agustus 2023 - 12:11 WIB
loading...
Sinergi Jaminan Kesehatan...
Pelayanan kesehatan di dalam negeri bakal lebih optimal jika terjadi sinergi yang kuat antara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan kalangan asuransi kesehatan swasta. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pelayanan kesehatan di dalam negeri bakal lebih optimal jika terjadi sinergi yang kuat antara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan kalangan asuransi kesehatan swasta. Komisaris Bank Syariah Indonesia, Arief Rosyid Hasan pada penelitian Doktornya membahas tentang JKN dan asuransi kesehatan swasta.

Dia mengatakan, bahwa pelayanan yang dijamin JKN dan asuransi kesehatan swasta saat ini tumpang tindih karena menjamin hal yang sama. Baca Juga: Syarat Baru Bikin SIM, Harus Terdaftar Program JKN

“Pada akhirnya ada yang terbuang disitu, atau bahkan bisa dobel klaim. Padahal jika pasien memliki JKN dan Asuransi Kesehatan Tambahan banyak hal yang bisa diefisienkan dengan skema pemanfaatan gotong royong,” ujarnya kepada MNC Portal di Jakarta, Senin (7/8/2023).

Sinergi Jaminan Kesehatan Nasional dan Asuransi Bakal Ciptakan Layanan Berkualitas


Tumpang tindihnya pelayanan yang dijamin menyebabkan terjadinya inefisiensi dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. “Terutama bagi 25 juta peserta JKN yang statusnya tidak aktif,".

“Sementara kepesertaan baru JKN juga terus bertambah misalnya lewat BPJS. Karena itu memastikan populasi untuk menjadi peserta program JKN merupakan hal yang penting, namun setelahnya harus dipastikan pula kepesertaan tersebut aktif untuk menjaga prinsip gotong royong terlaksana,” ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Gelontorkan Rp3,9 Triliun untuk Jaminan Kesehatan Nasional

Laporan Kerjasama Kajian Komparasi Jaminan Kesehatan Penyelenggara Negara yang menjelaskan, bahwa sebanyak 32,5% dari 385 responden Aparatur Sipil Negara yang dirawat inap meminta untuk naik kelas kamar rawat. Menurut Arief, berdasar laporan itu seharusnya menjadi arena asuransi kesehatan swasta untuk mengakomodir permintaan pelayanan naik kelas (kamar rawat inap).

“Namun tidak menutup kemungkinan bahwa peserta memiliki keinginan lebih dari yang dibutuhkan. Peserta yang menginginkan kelas yang lebih tinggi dari haknya, dapat meningkatkan haknya dengan mengikuti asuransi kesehatan tambahan, atau membayar sendiri selisih antara biaya yang dijamin oleh BPJS,” ungkapnya.

Karena itu, kata dia, dibutuhkan sinergi yang lebih optimal antara JKN dan kalangan asuransi kesehatan. “Di sisi lain perlunya penguatan kelembagaan melalui Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), koordinasi rumusan kebijakan antara OJK yang membawahi asuransi, JKN di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemko PMK) serta Kementerian Kesehatan dari sisi pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Sebagai informasi Kemenko PMK terus melakukan berbagai upaya dalam koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian khususnya pada program Jaminan Kesehatan Nasional. Salah satunya, pada tahun 2022, Kemenko PMK sebagai pemrakarsa dalam terbitnya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional.

Adapun menurut Menko PMK, Muhajir Efendi menyebutkan, bahwa keberhasilan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bukan hanya 98% populasi terjamin program JKN seperti target RPJMN, namun juga penurunan persentase belanja rumah tangga atau out of pocket untuk kesehatan terhadap total belanja kesehatan nasional, sehingga masyarakat tidak lagi terbebani biaya pelayanan kesehatan yang relatif mahal.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gandeng Induk Usaha,...
Gandeng Induk Usaha, BRI Life Perluas Aksesibilitas Produk Asuransi Kesehatan yang Inklusif
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Manulife Indonesia Cetak...
Manulife Indonesia Cetak Laba Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025, Unit Syariah Rp17,37 M
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Jaga Pertumbuhan Bisnis...
Jaga Pertumbuhan Bisnis dan Transformasi, BRI Life Unjuk Gigi di Digital Forum 2026
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Prabowo Komitmen Sediakan...
Prabowo Komitmen Sediakan Obat Murah Agar Bisa Diakses Masyarakat
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Rekomendasi
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro = Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Ayyoub Bouaddi Moncer...
Ayyoub Bouaddi Moncer di Debut Piala Dunia, Gelandang 18 Tahun Maroko Berhasil Redam Brasil
Berita Terkini
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved