Konsumsi Rumah Tangga Q2 2020 Diprediksi Minus 7%

Rabu, 29 Juli 2020 - 15:45 WIB
loading...
Konsumsi Rumah Tangga...
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor konsumsi rumah tangga pada kuartal II (Q2) 2020 diperkirakan minus 7% yoy dan belanja investasi minus 10% yoy. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor konsumsi rumah tangga pada kuartal II (Q2) 2020 diperkirakan minus 7% yoy dan belanja investasi minus 10% yoy. Bobot kedua komponen utama ini terhadap PDB sangat besar yakni antara 85-90%.

Economist CIMB Niaga Mika Martumpal mengatakan, PDB riil pada kuartal kedua kemungkinan akan mengandalkan kenaikan belanja pemerintah dan kenaikan ekspor neto sebagai kontributor positif.

"Sayangnya belanja negara malah mengalami penurunan sekitar 1% yoy menjadi Rp 844 triliun antara Januari-Mei 2020 dan itu menunjukkan masih terbatasnya stimulus fiskal untuk mengatasi dampak buruk pandemi virus corona terhadap perekonomian Indonesia," ujar Mika saat dihubungi di Jakarta Rabu (29/7/2020).

(Baca Juga: Sri Mulyani Ramalkan Skenario Terburuk, Konsumsi Rumah Tangga 0% di Kuartal II )

Menurut dia, penurunan belanja negara terutama disebabkan oleh turunnya transfer dana ke daerah yang mencapai 6% menjadi Rp307 triliun. Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua 2020 juga diperkirakan sebesar minus 5,1% year-on-year. "Angka ini revisi atas pertumbuhan minus 1% yoy pada prediksi di bulan April 2020 atau minus 3,97% quarter on quarter," katanya.

Perkiraan pertumbuhan PDB riil di tahun 2020 juga direvisi menjadi 0,10%, turun jika dibandingkan dengan prediksi sebelumnya yaitu 1,80%.

"Revisi prediksi angka pertumbuhan ekonomi ini mempertimbangkan kombinasi penurunan yang tajam dari data pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor, pertumbuhan konsumsi semen nasional, pertumbuhan ekspor-impor barang, pertumbuhan indeks penjualan ritel dan pertumbuhan transaksi non-tunai," jelas mika.

Indikator lain seperti tingkat keramaian di perkantoran, pusat perbelanjaan dan pusat transportasi umum yang menurun drastis juga ikut dipertimbangkan sebagai faktor melakukan revisi angka PDB.

(Baca Juga: Voucher Makan hingga Diskon Pesawat, Cara Menkeu Pulihkan Ekonomi )

Sementara itu bulan lalu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor konsumsi pada kuartal II (Q2) 2020 bakal anjlok signifikan. Tren ini sejalan dengan pelemahan inflasi yang diperkirakan masih terjadi sebagai indikasi pelemahan konsumsi rumah tangga yang cukup drastis.

“Kami memperkirakan pada kuartal II (Q2) konsumsi rumah tangga tadinya masih bisa tumbuh disekitar 3% akan mengalami perlemahan di kisaran 0%,” ucap Sri Mulyani dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI, Juni lalu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buka MNC Forum ke-82,...
Buka MNC Forum ke-82, HT Ungkap Peran Strategis Pasar Modal bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Mengulik Kerentanan...
Mengulik Kerentanan Ekonomi Nasional di Balik Angka Pertumbuhan 5,61 Persen
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Diragukan, Purbaya: Angka Jelek Ribut, Angka Tinggi Ribut
Kejar Pertumbuhan Ekonomi...
Kejar Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Dekati 6%, Purbaya Ungkap Fokus Utama Pemerintah
Ekonomi RI 5,61% Tertinggi...
Ekonomi RI 5,61% Tertinggi di G20, Airlangga Akui Berkat Momentum Ramadan dan Lebaran
RI Lepas dari Kutukan...
RI Lepas dari Kutukan Ekonomi 5%, Purbaya Ngak Stress Lagi
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Jebakan Pertumbuhan...
Jebakan Pertumbuhan 5 Persen
Tekanan Fiskal dan Belanja...
Tekanan Fiskal dan Belanja Berkualitas
Rekomendasi
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Jetour T1 Hadir Dua...
Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved