Rusia Terus Dihantam Sanksi Barat, Bank BRICS Masuki Masa Sulit

Jum'at, 11 Agustus 2023 - 14:40 WIB
loading...
A A A
"Sebagian besar negara yang menjadi anggota NDB telah mendorongnya untuk memberikan pinjaman dalam mata uang lokal," kata Godongwana.

Didirikan pada tahun 2015 sebagai proyek keuangan unggulan blok tersebut, ambisi New Development Bank untuk melayani negara-negara berkembang dan mengurangi dolarisasi keuangan telah dibatasi oleh realitas ekonomi dan invasi Moskow ke Ukraina.

"Kita tidak melakukan sebanyak yang dibutuhkan negara-negara anggota, tetapi itu adalah arah strategis yang kami dorong bank," kata Godongwana dalam sebuah wawancara telepon pekan lalu.

Meningkatkan penggalangan dana mata uang lokal dan meningkatkan modal dari anggota baru dapat membantu NDB di masa-masa sulit, mengurangi ketergantungannya pada pasar modal AS di mana sanksi terhadap Rusia telah menaikkan biaya pinjamannya, kata para analis.

NDB telah berkembang dari inti aslinya lima menjadi delapan dan hanya memberikan pinjaman di negara-negara anggota.

Chief Financial Officer, Leslie Maasdorp mengatakan, kepada Reuters dalam sebuah wawancara di kantor pusat NDB di Shanghai bahwa bank bertujuan untuk meningkatkan pinjaman mata uang lokal dari sekitar 22% menjadi 30% pada tahun 2026, tetapi ada batasan untuk de-dolarisasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Rekomendasi
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved