Rusia Terus Dihantam Sanksi Barat, Bank BRICS Masuki Masa Sulit

Jum'at, 11 Agustus 2023 - 14:40 WIB
loading...
Rusia Terus Dihantam...
Tertatih-tatih oleh dampak sanksi terhadap pemegang saham Rusia sebagai pendiri, membuat New Development Bank (NDB) memasuki masa sulit. Foto/Dok Reuters
A A A
JOHANNESBURG - Tertatih-tatih oleh dampak sanksi terhadap pemegang saham Rusia sebagai pendiri, New Development Bank (NDB) yang dibentuk oleh negara-negara BRICS dinilai perlu meningkatkan penggalangan dana dan pinjaman dengan mata uang lokal.

Baca Juga: Profil Dilma Rousseff, Eks Presiden Brasil yang Jadi Kepala New Development Bank BRICS

Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Afrika Selatan, Enoch Godongwana kepada Reuters. Afrika Selatan dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi para pemimpin negara-negara BRICS lainnya – Brasil, Rusia, India dan China –, ketika blok ekonomi negara berkembang itu ingin memperluas pengaruhnya pada pertemuan puncak di Johannesburg akhir bulan ini.

Baca Juga: Arab Saudi Berpeluang Gabung dengan Bank BRICS, Bye Bye Dolar AS?

Menteri Keuangan Enoch Godongwana mengatakan, meningkatkan penggunaan mata uang lokal di antara anggota NDB juga akan menjadi agenda, dengan tujuan mengurangi risiko dampak fluktuasi valuta asing daripada de-dolarisasi.

Greenback telah menguat terhadap mata uang pasar negara berkembang sejak Rusia menginvasi Ukraina dan Federal Reserve mulai menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi pada awal 2022, membuat utang dolar lebih mahal bagi banyak negara, termasuk anggota BRICS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Utut Adianto Sebut Diplomasi...
Utut Adianto Sebut Diplomasi Prabowo Cerminkan Strategi Mendayung di Antara Dua Karang
Rekomendasi
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Jonatan Christie Rehat...
Jonatan Christie Rehat dari Bulu Tangkis usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Infografis
Rusia: Ukraina Jadi...
Rusia: Ukraina Jadi Tambang Emas bagi Produsen Senjata Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved