Sri Mulyani Tarik Utang Rp194,9 Triliun per Juli 2023
Jum'at, 11 Agustus 2023 - 17:58 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA -
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan pembiayaan anggaran tetap dalam batas aman. Realisasi pembiayaan melalui penerbitan utang mencapai Rp194,9 triliun per Juli 2023.
"Antisipasi masih terus kami lakukan akibat pasar keuangan global yang masih dipenuhi ketidakpastian," ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Agustus 2023 di Jakarta, Jumat (11/8/2023).
Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Kinerja APBN: Surplus Rp153 Triliun hingga Pendapatan Tembus 65%
Seiring kinerja positif APBN, defisit diproyeksikan lebih rendah, sehingga mengurangi kebutuhan pembiayaan utang. Jika dibandingkan dengan pembiayaan utang pada tahun lalu, maka pembiayaan utang mengalami penurunan sangat tajam hingga 17,8%. "Artinya kita baru mengeluarkan 28% dari total yang seharusnya ada di UU APBN," ucap Sri.
SBN yang seharusnya tahun ini secara netto diterbitkan Rp712,9 triliun, hingga akhir Juli 2023 hanya Rp184,1 triliun yang direalisasi, atau hanya 25,8% dari total. Angka ini juga turun tajam 17,8% dibandingkan tahun lalu.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan pembiayaan anggaran tetap dalam batas aman. Realisasi pembiayaan melalui penerbitan utang mencapai Rp194,9 triliun per Juli 2023.
"Antisipasi masih terus kami lakukan akibat pasar keuangan global yang masih dipenuhi ketidakpastian," ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Agustus 2023 di Jakarta, Jumat (11/8/2023).
Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Kinerja APBN: Surplus Rp153 Triliun hingga Pendapatan Tembus 65%
Seiring kinerja positif APBN, defisit diproyeksikan lebih rendah, sehingga mengurangi kebutuhan pembiayaan utang. Jika dibandingkan dengan pembiayaan utang pada tahun lalu, maka pembiayaan utang mengalami penurunan sangat tajam hingga 17,8%. "Artinya kita baru mengeluarkan 28% dari total yang seharusnya ada di UU APBN," ucap Sri.
SBN yang seharusnya tahun ini secara netto diterbitkan Rp712,9 triliun, hingga akhir Juli 2023 hanya Rp184,1 triliun yang direalisasi, atau hanya 25,8% dari total. Angka ini juga turun tajam 17,8% dibandingkan tahun lalu.
Lihat Juga :