alexametrics

Perusahaan Fintech Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan

loading...
Perusahaan Fintech Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan
Penyedia layanan pinjaman online atau financial technology lending (fintech), PT Digital Alpha Indonesia (UangTeman.com) pada berencana ekspansi ke 15 kota. Foto/Ist
A+ A-
DENPASAR - Penyedia layanan pinjaman online atau financial technology lending (fintech), PT Digital Alpha Indonesia (UangTeman.com) pada tahun ini berencana untuk ekspansi ke 15 kota di seluruh Indonesia.

CEO & Co founder UangTeman, Aidil Zulkifli mengatakan sejak beroperasi pada April 2015, UangTeman telah melayani di wilayah Jabodetabek, Yogyakarta, Magelang, Solo, Bandung, Surabaya dan Semarang. Untuk meningkatkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia, perseroan berencana menambah 15 cabang di luar Pulau Jawa.

"Hari ini kita membuka cabang di Bali, nanti Makassar, selanjutnya ke Sumatera seperti Lampung, Jambi dan Palembang, kita juga akan buka di Kalimantan seperti Balikpapan, sedikitnya ada 15 cabang yang kita buka tahun ini," kata Rio saat menghadiri pembukaan cabang UangTeman di Denpasar, Bali, akhir pekan lalu.



Selain menumbuhkan UMKM di beberapa daerah, penambahan cabang tersebut juga sebagai upaya perseroan untuk mendukung peningkatan inklusi keuangan. Dia mengakui industri fintech lending penyerapan dana pinjamannya baru terpusat di Pulau Jawa.

Padahal berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini kebutuhan pinjaman mencapai sekitar Rp1.649 triliun. Sedangkan kapasitas pinjaman yang dimiliki oleh industri jasa keuangan tradisional hanya sekitar Rp660 triliun atau baru 40% dari kebutuhan.

"Masih banyak orang di daerah yang kesulitan memperoleh akses untuk meminjam uang untuk modal usahanya, akhirnya malah mengarah untuk meminjam ke tengkulak," akunya.

Dengan hadirnya UangTeman disejumlah daerah, diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan pinjaman usaha. Akses yang diberikan juga mudah karena seluruh prosesnya dilakukan secara online, tanpa tatap muka dan tidak perlu datang ke kantor cabang.

"Pendanaan UMKM di Bali akan cepat terpenuhi melalui layanan UangTeman yang mengandalkan teknologi internet dan diharapkan mampu menopang total penyaluran pinjaman pada tahun ini," lanjutnya.

Tahun ini, UangTeman mengalokasikan pinjaman hingga sebesar Rp100 miliar yang siap dikucurkan ke seluruh daerah. Angka ini meningkat dari realisasi pinjaman yang diberikan selama tahun 2016 yakni sebesar Rp35 miliar.

Guna memuluskan ekspansi cabang di 15 kota, UangTeman direncanakan mendapat suntikan modal sebesar USD6 juta dari perusahaan modal ventura yaitu Alpha JWC Ventures. Ini merupakan jaringan dari Digital Alpha Group Pte Ltd yang berbasis di Singapura. Suntikan modal ini selain dipergunakan untuk ekspansi juga dialokasikan untuk mendukung penyaluran pinjaman UangTeman.

Sementara itu, Deputi CEO UangTeman, Rio Quiserto menambahkan, ekspansi usaha ke Provinsi Bali seiring dengan angka permintaan aplikasi yang terus meningkat. UangTeman menyediakan plafon pinjaman hingga Rp4 juta dengan tenor 30 hari bagi setiap nasabah.

Untuk pinjaman, pertama nasabah bisa mengajukan pinjaman hingga Rp3 juta dengan bunga 1% per hari. Apabila nasabah dapat melunasi pinjaman pertamanya tepat waktu, nasabah diperkenankan mengajukan pinjaman kedua hingga Rp4 juta dengan beban bunga turun menjadi 0,75% per hari.

"Jika nasabah melewati masa tenggat waktu masa pelunasan, nasabah akan dibebankan biaya layanan tambahan sebesar Rp50.000 satu kali dan tambahan biaya lain berjalan sebesar Rp10.000 per hari," imbuhnya.

Ditempat yang sama, Direktur Marketing dan Komunikasi UangTeman Donna Arifin menjelaskan untuk legalitas saat ini UangTeman tengah menunggu keluarnya izin dari OJK. Perseroan menargetkan bisa mendapat perizinan pada akhir kuartal I/2017.

"Setelah mendapat izin, UangTeman akan mendapat legal disclaimer dari OJK. Dan semakin mantap menjadi perusahaan fintech yang berada di bawah pengawasan OJK," katanya.

Saat ini total nasabah UangTeman sejak 2015 sudah ada lebih dari 5.000 nasabah dengan jumlah transaksi 16.000 kali dengan jumlah pengajuan aplikasi sebanyak 50.000 aplikasi.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak