BPS Soroti Ketimpangan Pendapatan Per Kapita Antardaerah

Senin, 06 Februari 2017 - 13:20 WIB
BPS Soroti Ketimpangan...
BPS Soroti Ketimpangan Pendapatan Per Kapita Antardaerah
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyoroti ketimpangan pendapatan per kapita antardaerah di Indonesia. Meski secara nasional angkanya naik jadi Rp47,96 juta/tahun, namun ada perbedaan mencolok di antara kota besar dan kecil.

(Baca: Pendapatan Per Kapita RI Naik Jadi Rp47,96 Juta/Tahun )

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, contoh nyata dari ketimpangan itu ada di Ibu Kota dengan pendapatan perkapita yang cukup tinggi dibanding daerah lain seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kalau kita punya PDB per kapita per provinsi bagaimanapun menunjukan ketimpangan. Seperti di Jakarta USD18.000 dan di NTT USD3.000 sekian. PDB nasional meningkat tapi pendapatan per kapita antar provinsi antar kabupaten timpang," ujarnya di Jakarta, Senin (6/2/2017).

Dia menjelaskan, pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat supaya ketimpangan tersebut tidak makin luas. Caranya, yakni dengan mengendalikan angka inflasi tahun ini.

"Saya masih yakin pemerintah mampu kendalikan inflasi. Ada kenaikan harga diatur pemerintah," katanya.

Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI), kata dia, sudah memiliki langkah strategis dalam mengendalikan inflasi. Salah satu yang paling penting yaitu menjaga pasokan pangan agar harganya terkendali.

"Ada enam langkah strategis. Salah satunya jaga pasokan pangan, kendalikan harga pangan. Selama pemerintah komitmen antar pusat dan daerah untuk mengontrol harga pangan bisa terjaga. Pasokan pangan timing-nya puasa, Lebaran, dan Desember perlu dijamin rantai perdagangan efisien," terang Suhariyanto.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved