3 Alasan Indonesia Belum Gabung BRICS, Nomor 1 Masih Tergantung Dolar
Minggu, 20 Agustus 2023 - 19:00 WIB
loading...
Tiga alasan kemungkinan Indonesia belum gabung BRICS. FOTO/Reuters
A
A
A
JAKARTA - BRICS (Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan) adalah kelompok negara-negara berkembang yang memiliki potensi ekonomi politik yang besar di tingkat global. Beberapa bulan terakhir memang santer diberitakan mengenai wacana ekspansi keanggotaan koalisi ekonomi BRICS. Beberapa negara pun sudah terang-terangan menyatakan minat untuk bergabung dengan BRICS.
Saat ini, Indonesia juga menjadi salah satu negara yang kerap dikaitkan untuk segera bergabung dengan BRICS. Namun sejauh ini, Indonesia belum mengambil langkah keputusan atas hal tersebut. Kemungkinan ada 3 alasan Indonesia belum bergabung dengan BRICS. Berikut alasan Indonesia Belum Bergabung BRICS.
1. Indonesia Masih Menggunakan SWIFT World Bank
Sejauh ini Indonesia masih memiliki ketergantungan yang besar terhadap nilai mata uang dolar AS. Meski beberapa tahun terakhir Indonesia telah melakukan beberapa upaya dedolarisasi atau mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.
Jika Indonesia bergabung dengan BRICS sudah dipastikan rupiah tidak akan lagi bergantung dengan naik turunnya nilai dolar. Terlebih BRICS kini dalam upaya dedolarisasi pengembangan sistem pembayaran global. Selain itu, BRICS juga berinisiatif untuk menantang dolar dengan adanya usulan mata uang bersama untuk blok ini. Nantinya, jika Indonesia memutuskan untuk bergabung dengan BRICS, maka penggunaan SWIFT akan bergeser.
Saat ini, Indonesia juga menjadi salah satu negara yang kerap dikaitkan untuk segera bergabung dengan BRICS. Namun sejauh ini, Indonesia belum mengambil langkah keputusan atas hal tersebut. Kemungkinan ada 3 alasan Indonesia belum bergabung dengan BRICS. Berikut alasan Indonesia Belum Bergabung BRICS.
1. Indonesia Masih Menggunakan SWIFT World Bank
Sejauh ini Indonesia masih memiliki ketergantungan yang besar terhadap nilai mata uang dolar AS. Meski beberapa tahun terakhir Indonesia telah melakukan beberapa upaya dedolarisasi atau mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.
Jika Indonesia bergabung dengan BRICS sudah dipastikan rupiah tidak akan lagi bergantung dengan naik turunnya nilai dolar. Terlebih BRICS kini dalam upaya dedolarisasi pengembangan sistem pembayaran global. Selain itu, BRICS juga berinisiatif untuk menantang dolar dengan adanya usulan mata uang bersama untuk blok ini. Nantinya, jika Indonesia memutuskan untuk bergabung dengan BRICS, maka penggunaan SWIFT akan bergeser.
Lihat Juga :