Komoditi Karet Lebih Menjanjikan Ketimbang Batu Bara

Kamis, 16 Februari 2017 - 23:36 WIB
Komoditi Karet Lebih...
Komoditi Karet Lebih Menjanjikan Ketimbang Batu Bara
A A A
PALEMBANG - Komoditi ekspor di Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan disokong oleh sektor perkebunan, ketika bantalan karet (crum rubber) ternyata lebih menguntungkan ketimbang hasil tambang seperti batu bara. Kepala Dinas Perindsutrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Provinsi Sumsel Permana menegaskan ekspor perkebunan memberi sumbangsih yang lebih besar ketimbang batu bara, sebagai komoditi ekspor.

Tercatat dalam neraca perdagangan, industri crum rubber menyumbang nilai Rp27 triliun tahun lalu. “Posisinya, ekspor Sumsel masih tertinggi dipegang oleh karet setengah jadi, baru kemudian disusul CPO atau minyak sawit dan baru batu bara," jelasnya di kantor Gubernur Sumsel, Kamis (16/2).

Lebih lanjut diterangkan komoditi perkebunan seperti karet masih memiliki pangsa pasar di luar negeri. Meski Amerika Serikat dan beberapa negara tujuan lainnya memperketat impornya, namun hal tersebut tidak berpengaruh besar. Menurutnya pengetatan impor karet dari Indonesia malah akan merugikan mereka.

Apalagi salah satu perusahaan industri ban terbesar berada di negara Amerika Serikat. “Karena sebagian besar perusahaan industri ban ada di Amerika Serikat. Karet nampaknya akan lebih bisa bertahan ketimbang batu bara,” sambung dia.

Dia menambahkan ekspor batu bara lebih dihadapkan pada industri pengelolaannya. Kebijakan perdagangan mengatur bagaimana batu bara harus dikelola terlebih dahulu sebelum diekspor ke luar negeri. Batubara harus dikelola minimal berbentuk cair (bricket). “Proses ini membuat batu bara tidak bebas diekspor, karena harus diubah dahulu dari bentuk mentahnya. Kebijakan ini mempengaruhi ekspor. Kemungkinan, ekspor batu bara akan turun 5-10%,” paparnya.

Sehingga, tantangan industri batu bara lainnya yakni mencari pangsa pasar baru. Selama ini, ekspor terbesar batu bara dilakukan ke negara China, India dan beberapa negara Asia. Pada tahun ini, Dinas Perdagangan menargetkan ekspor bisa naik 14,6% pada komoditas ketiga komoditas unggulan tersebut,

“Komoditas unggulan Sumsel seperti karet setengah jadi, CPO, batu bara dan beberapa komoditi lainnya akan naik tahun ini. 2017, pasar global nampaknya akan lebih baik. Awal tahun, pertumbuhan perdagangan biasanya tidak signifikan, namun akan berangsur membaik nanti,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HD : Aspal Karet Peluang...
HD : Aspal Karet Peluang Agar Karet Tidak Bergantung Pada Segmen Harga Internasional
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet Sumsel, Ini Hasilnya
Krisis Bahan Olahan...
Krisis Bahan Olahan Karet di Sumut Makin Parah, 9 Pabrik Tutup
Perbedaan Nama Daerah...
Perbedaan Nama Daerah di Jakarta: Karet, Karet Kuningan, dan Karet Semanggi
Apkarindo Komitmen Bersama...
Apkarindo Komitmen Bersama Mentan Majukan Lagi Karet Nasional
Berharap Kebijakan DHE...
Berharap Kebijakan DHE SDA yang Bijaksana
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
20 menit yang lalu
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
33 menit yang lalu
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
43 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
55 menit yang lalu
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
1 jam yang lalu
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
2 jam yang lalu
Infografis
Menkes: Laki-laki Celananya...
Menkes: Laki-laki Celananya Ukuran 33 Lebih Cepat Meninggal Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved