Pembiayaan BTPN Syariah Tumbuh 22,1% di Kuartal I 2020
Rabu, 29 April 2020 - 21:13 WIB
loading...
A
A
A
Karenanya, pertemuan yang memenuhi protokoler kesehatan yang berlaku, sebisa mungkin diupayakan oleh BTPN Syariah, bahkan melalui telepon, whatsapp atau SMS. Pendekatan ini dilakukan tidak hanya menjalankan anjuran peraturan regulator untuk tetap melayani transaksi keuangan masyarakat, namun lebih dari itu.
"Kami perlu mengetahui kebutuhan mereka, misalnya relaksasi pembiayaan, atau sekedar melayani penarikan tabungan. Namun yang terpenting dari itu semua, pendekatan ini ditujukan demi memastikan semangat mereka untuk terus berusaha tetap terjaga. Semangat ini yang membuat kreativitas mereka jadi tumbuh dan tidak menyerah menghadapi masa sulit ini. BTPN Syariah mendukung," jelas Arief.
Lanjut ia mengatakan, "salah satu contoh nasabah kami di Garut, yang rutin memproduksi pakaian seragam sekolah. Karena Covid permintaan menjadi menurun tajam. Dengan bertukar pikiran bersama Community Officer sebutan bagi petugas kami dilapangan, nasabah tersebut beralih memproduksi masker dan Baju Hazmat untuk Alat Perlindungan Diri (APD) bagi tenaga medis. Permintaan APD cukup tinggi, sehingga nasabah tersebut membutuhkan penambahan pembiayaan."
Hingga periode ini, total aset BTPN Syariah tumbuh 27,6% menjadi Rp 16 triliun dari Rp12,5 triliun. Adapun laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp402 miliar, tumbuh 39,5% dari Rp288 miliar.
"Kami perlu mengetahui kebutuhan mereka, misalnya relaksasi pembiayaan, atau sekedar melayani penarikan tabungan. Namun yang terpenting dari itu semua, pendekatan ini ditujukan demi memastikan semangat mereka untuk terus berusaha tetap terjaga. Semangat ini yang membuat kreativitas mereka jadi tumbuh dan tidak menyerah menghadapi masa sulit ini. BTPN Syariah mendukung," jelas Arief.
Lanjut ia mengatakan, "salah satu contoh nasabah kami di Garut, yang rutin memproduksi pakaian seragam sekolah. Karena Covid permintaan menjadi menurun tajam. Dengan bertukar pikiran bersama Community Officer sebutan bagi petugas kami dilapangan, nasabah tersebut beralih memproduksi masker dan Baju Hazmat untuk Alat Perlindungan Diri (APD) bagi tenaga medis. Permintaan APD cukup tinggi, sehingga nasabah tersebut membutuhkan penambahan pembiayaan."
Hingga periode ini, total aset BTPN Syariah tumbuh 27,6% menjadi Rp 16 triliun dari Rp12,5 triliun. Adapun laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp402 miliar, tumbuh 39,5% dari Rp288 miliar.
(akr)
Lihat Juga :