Per Juni 2021, BTPN Syariah Kucurkan Pembiayaan Rp10,05 Triliun

loading...
Per Juni 2021, BTPN Syariah Kucurkan Pembiayaan Rp10,05 Triliun
Bank BTPN Syariah mencatatkan penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,05 triliun hingga bulan Juni tahun ini. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - PT Bank BTPN Syariah Tbk menyalurkan pembiayaan sebesar Rp10,05 triliun hingga kuartal II tahun ini atau tumbuh 15% (YoY), dibanding periode sebelumnya Rp8,74 triliun. Pertumbuhan di saat pandemi ini tetap mengedepankan kualitas pembiayaan yang sehat dengan menjaga NPF (Non Performing Financing) di posisi 2,4%.

"Selama masa penuh tantangan ini, nasabah pembiayaan benar-benar dijaga untuk tetap terhubung dengan Bank BTPN Syariah. Dengan demikian semangat serta perilaku unggul yang dibangun bersama yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu (BDKS) tetap menyala, dan, keinginan berusaha untuk keluar dari keterpurukan pandemi terus terbangun," ujar Direktur Utama BTPN Syariah Hadi Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga: Pembiayaan Bank Syariah ke Proyek Konstruksi Masih Minim

Dia mengungkapkan, berbagai program reward dan aktifitas sosial untuk nasabah, keluarga, dan lingkungan sekitar mereka seperti bantuan pendidikan untuk anak-anak nasabah tetap dijalankan. Dalam kondisi terbatas, dengan dibantu oleh petugas di lapangan, nasabah pembiayaan turut diberikan pelatihan secara online, untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam menyiasati pandemi yang berkepanjangan.



"Inilah yang membuat nasabah pembiayaan terus dapat berkomunikasi dengan petugas di lapangan, sehingga petugas memahami langsung bagaimana kebutuhan mereka saat ini, termasuk kebutuhan penambahan modal usaha," paparnya.

Di sisi karyawan, lanjut dia, perhatian bank turut ditingkatkan. Sebagai aset perusahaan, kesehatan karyawan menjadi poin penting dalam melakukan pelayanan sepenuh hati terhadap nasabah yang membutuhkan. Perhatian ini dimulai dari pemberian perlengkapan bekerja kala pandemi, sampai dengan program vaksin karyawan beserta keluarga, pemberian bantuan obat-obatan bagi yang terpapar virus, dan penggunaan telemedicine. Program untuk karyawan juga dilakukan di kelas-kelas pembelajaran online, yang dikemas untuk membuat karyawan tepat menghadapi kondisi yang tak diinginkan.

"Membangun hubungan yang intensif dan memahami kebutuhan nasabah di masa pandemi ini merupakan salah satu kunci untuk tetap menjaga semangat optimisme nasabah prasejahtera, sehingga mereka merasa selalu memiliki pendamping. Lewat interaksi tersebut, menjadi kesempatan bagi kami untuk bisa memahami kebutuhan mereka dengan baik, misalnya perpanjangan angsuran, maupun mereka yang membutuhkan pembiayaan tambahan ketika melihat adaya potensi usaha yang cocok di masa pandemi. Inilah yang kami sebut pelayanan dari dan sepenuh hati," tutur Hadi Wibowo.

Baca Juga: Peringatan China Tak Digubris, Kapal Perang Inggris Masuki Laut China Selatan

Di sisi lain, BTPN Syariah juga akan terus mengembangkan berbagai inovasi teknologi agar nasabah di segmen ini lebih efektif dalam bertransaksi, dengan menyesuaikan kemampuan beradaptasi mereka.

“Kami menyiapkan aplikasi teknologi yang mengoptimalkan peran nasabah inspiratif BTPN Syariah yakni mereka yang telah tumbuh bersama kami dengan siklus pembiayaan yang panjang, sebagai mitra bank, yang kami sebut Mitra Tepat. Dimana, mitra dapat memperkenalkan dan membawa layanan perbankan dalam ekosistem terdekat mereka," tegas Hadi.



Adapun sampai akhir Juni 2021, BTPN Syariah masih memiliki rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang kuat di posisi 52%, jauh di atas rata-rata industri. Total aset tumbuh 14% (YoY) menjadi Rp17,41 triliun dari Rp15,27 triliun. Dana pihak ketiga tumbuh 12% (YoY) menjadi Rp10,61 triliun dari Rp 9,46 triliun. Laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp770 miliar.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top