Bukan hanya Produk, Investasi di Asuransi juga Sedap-Sedap Ngeri

Kamis, 30 Juli 2020 - 15:51 WIB
loading...
Bukan hanya Produk,...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Deputi Komisioner Pengawasan IKNB II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Moch. Ihsanudin menyatakan, bukan hanya produk asuransi, tapi investasi di asuransi juga sedap-sedap ngeri. Pasalnya, dana premi yang dikumpulkan tentu harus diinvestasikan.

"Dari segi investasi, kalau sampai tidak benar pengelolaannya akan menjadi permasalahan tersendiri. Berkaca pada kasus-kasus sebelumnya, kasus asuransi Jiwasraya misalnya," ujar Ihsanudin dalam acara 'INSURTECH: Peluang dan Tantangan Asuransi di Era Digital' di Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Dia menyampaikan, permasalahan asuransi yang meledak akhir-akhir ini bukan terletak pada kesalahan produk yang dijual atau diizinkan, tetapi justru dari sisi investasi.

"Kalau investasinya benar, ya pasti saat mau dicairkan barangnya ada. Berarti barangnya itu likuid, meski dalam kondisi jatuh temponya diredeem atau surrendernya cukup masif," ucap Ihsanudin. ( Baca juga: Viral! Keluhan Nasabah Tak Bisa Cairkan Asuransi Pendidikan Setelah 17 Tahun )

Jika investasinya, contoh Ihsanudin, dilakukan di SPM yang memiliki rating tinggi, atau bahkan disebut risk-free, return depositonya kadang tidak terkejar. Menurut dia, ini pilihan-pilihan yang harus ditentukan juga oleh manajemen pengelola industri asuransi, khususnya asuransi jiwa.

"Karena asuransi umum investasinya cenderung sedikit karena hit and run. Satu tahun jatuh tempo selesai, biasanya dipilih premi baru. Beda dengan asuransi jiwa yang hitung-hitungan aktuarianya njlimet karena jangka panjang," cetus Ihsanudin.

Dalam menghadapi kondisi seperti ini, dia menyebutkan bahwa OJK dituntut untuk membuat balancing. Saat ini pihaknya juga menyadari, tentu dari sisi pengawasan OJK perlu perbaikan dan juga tambahan personel.

"Moga-moga ke depan OJK bisa jadi regulator yang baik dan ideal untuk pengembangan industri. Dan juga di sisi lain, konsumen atau pemegang polis juga terlindungi," tutup Ihsanudin.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Perkuat Pembangunan...
Perkuat Pembangunan Daerah, Askrindo Jalin Sinergi Strategis dengan Kabupaten Soppeng
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Menekraf Ajak Generasi...
Menekraf Ajak Generasi Muda Berperan Aktif dalam Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan YTR , Taufik Hidayat Peragakan Pukul Pakai Golok dan Sundut Korban
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi BP2TD Mempawah Dilimpahkan ke Polri, CBA: Percepat Penanganan
Berita Terkini
Seluruh Laporan Keuangan...
Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
Waste-to-Energy Dinilai...
Waste-to-Energy Dinilai Efektif Atasi Sampah Nasional, Asal Masyarakat Dilibatkan
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
ICDX dan Bursa Komoditas...
ICDX dan Bursa Komoditas Belarus Jalin Kerja Sama Perdagangan Internasional
EMAS Tembus Bursa Hong...
EMAS Tembus Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia
Infografis
3 Alasan Komodo hanya...
3 Alasan Komodo hanya Dapat Ditemukan di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved