Mengenaskan! Buruh Properti di China Tak Terima Gaji Selama Berbulan-bulan
Rabu, 23 Agustus 2023 - 09:38 WIB
loading...
Pekerja properti di China banyak yang belum menerima gaji. Foto/worldfinance
A
A
A
JAKARTA - Masalah keuangan yang menimpa raksasa properti di China mulai merembet kepada para buruh bangunan di lapangan. Banyak buruh di proyek properti di China belum mendapatkan gaji selama berbulan-bulan.
Baca juga: 5 Proyek Infrastruktur di Afrika yang Menggunakan Utang China, Nomor 3 Sempat Diisukan Bakal Disita
Alhasil, sejumlah proyek yang digarap pun terancam mangkrak. Reuters melaporkan, kompleks perumahan Country Garden di pinggiran kota metropolitan Tianjin, China bagian utara, pembangunannya melambat dan beberapa pekerja menganggur berkeliaran di lokasi yang hampir kosong.
“Mereka belum membayar kami sejak Tahun Baru Imlek (Januari). Kami semua khawatir,” kata seorang buruh bermarga Wang, 50, yang mengatakan ia berhenti bekerja di lokasi Yunhe Shangyuan minggu lalu, dikutip dari Reuters, Rabu (23/8/2023).
Kompleks yang luas ini adalah salah satu dari dua proyek yang digarap leh Country Garden, pengembang terbesar di China berdasarkan volume penjualan. Pengembang itu kini terperosok dalam krisis utang yang mengancam akan berdampak pada perekonomian yang lebih luas.
Pembangunan konstruksi juga terhenti sebagian atau seluruhnya di kedua lokasi yang lebih besar dengan beberapa baris blok apartemen lima lantai yang belum selesai. Di lokasi lainnya dengan derek tak bernyawa dan perancah hijau tebal yang tergantung di atas kerangka gedung-gedung tinggi. Pekerja di asrama di lokasi mengeluh berbulan-bulan tanpa gaji.
“Saya berada di bawah banyak tekanan,” kata seorang pekerja di kompleks Yunhe Shangyuan bermarga Wei, juga berusia 50-an, yang mengaku hanya menerima tunjangan hidup sebesar 4.500 yuan (USD618) sepanjang tahun ini.
"Saya punya istri dan anak yang akan kembali ke sekolah, serta orang tua lanjut usia ... Pekerja tidak bisa hidup dari ini," lanjutnya.
Baca juga: TikTok, dari Media Sosial Kini Jadi Ajang Beriklan Baru
Kesengsaraan keuangan negara telah menambah krisis utang di sektor real estat China, yang menyumbang sekitar seperempat dari perekonomian terbesar kedua di dunia. Saat ini ekonomi China kehilangan tenaga di tengah kemerosotan sektor perumahan dan lemahnya belanja konsumen.
Baca juga: 5 Proyek Infrastruktur di Afrika yang Menggunakan Utang China, Nomor 3 Sempat Diisukan Bakal Disita
Alhasil, sejumlah proyek yang digarap pun terancam mangkrak. Reuters melaporkan, kompleks perumahan Country Garden di pinggiran kota metropolitan Tianjin, China bagian utara, pembangunannya melambat dan beberapa pekerja menganggur berkeliaran di lokasi yang hampir kosong.
“Mereka belum membayar kami sejak Tahun Baru Imlek (Januari). Kami semua khawatir,” kata seorang buruh bermarga Wang, 50, yang mengatakan ia berhenti bekerja di lokasi Yunhe Shangyuan minggu lalu, dikutip dari Reuters, Rabu (23/8/2023).
Kompleks yang luas ini adalah salah satu dari dua proyek yang digarap leh Country Garden, pengembang terbesar di China berdasarkan volume penjualan. Pengembang itu kini terperosok dalam krisis utang yang mengancam akan berdampak pada perekonomian yang lebih luas.
Pembangunan konstruksi juga terhenti sebagian atau seluruhnya di kedua lokasi yang lebih besar dengan beberapa baris blok apartemen lima lantai yang belum selesai. Di lokasi lainnya dengan derek tak bernyawa dan perancah hijau tebal yang tergantung di atas kerangka gedung-gedung tinggi. Pekerja di asrama di lokasi mengeluh berbulan-bulan tanpa gaji.
“Saya berada di bawah banyak tekanan,” kata seorang pekerja di kompleks Yunhe Shangyuan bermarga Wei, juga berusia 50-an, yang mengaku hanya menerima tunjangan hidup sebesar 4.500 yuan (USD618) sepanjang tahun ini.
"Saya punya istri dan anak yang akan kembali ke sekolah, serta orang tua lanjut usia ... Pekerja tidak bisa hidup dari ini," lanjutnya.
Baca juga: TikTok, dari Media Sosial Kini Jadi Ajang Beriklan Baru
Kesengsaraan keuangan negara telah menambah krisis utang di sektor real estat China, yang menyumbang sekitar seperempat dari perekonomian terbesar kedua di dunia. Saat ini ekonomi China kehilangan tenaga di tengah kemerosotan sektor perumahan dan lemahnya belanja konsumen.
(uka)
Lihat Juga :